UMKM dan Ekraf Pacitan Dorong Penguatan Akses Permodalan dan Digitalisasi untuk Hadapi Tantangan Ekonomi
Poin Penting
|
PACITAN, investortrust.id — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Pacitan menyoroti kebutuhan penguatan akses permodalan, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas pasar. Aspirasi itu mengemuka dalam forum dialog bertajuk “Ekonomi Kreatif: Karya Pemuda, Kekuatan Bangsa” yang digelar dalam rangkaian kegiatan penguatan ekonomi daerah.
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya penguatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Pacitan, terutama melalui perluasan akses permodalan dan dukungan kebijakan pemerintah. Ia pun menegaskan komitmennya mengawal agar program permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin mudah diakses dan tidak membebani pelaku usaha. Ibas menyebut KUR yang telah disalurkan sejak era pemerintahan SBY menjadi instrumen penting untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Selain itu, Ibas mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan memaksimalkan pemasaran digital untuk memperluas pasar. Ia juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan potensi wisata Pacitan sebagai The 70 Miles of Sea Paradise dan Kota Seribu Satu Goa, yang dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan sektor kuliner, kerajinan, dan suvenir lokal.
"Kemajuan pariwisata akan berdampak langsung pada berkembangnya UMKM, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara sektor wisata dan ekonomi rakyat," ujarnya dalam siaran pers dikutip Selasa (2/12/2025).
Baca Juga
Pemerintah Kucurkan KUR Rp 10 Triliun Demi Dongkrak Ekonomi Kreatif di 2026
Dalam dialog tersebut, para pelaku usaha menyampaikan bahwa permodalan masih menjadi tantangan utama, meski program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen yang paling banyak dimanfaatkan. Pelaku UMKM menilai kemudahan akses, kecepatan proses, serta penyederhanaan persyaratan menjadi kebutuhan mendesak agar usaha dapat berkembang di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.
Selain permodalan, pelaku UMKM menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, mulai dari kemasan, rasa, hingga sertifikasi seperti PIRT dan halal. Digitalisasi juga dianggap menjadi faktor penentu daya saing. Peserta menilai media sosial dan pemasaran digital mampu menjadi solusi efektif untuk meningkatkan penjualan tanpa harus memiliki toko fisik.
Baca Juga
Wamen Christina: Bank Jakarta Jadi Penyalur KUR Pekerja Migran dengan Plafon Rp 100 Miliar
Potensi Pacitan sebagai destinasi wisata juga menjadi perhatian. Dengan julukan The 70 Miles of Sea Paradise dan Kota Seribu Satu Goa, sektor pariwisata dinilai dapat menjadi motor penggerak UMKM dan Ekraf. Pelaku usaha kerajinan dan kuliner menyebut peningkatan kunjungan wisata akan berdampak langsung terhadap penjualan produk lokal.
Beberapa peserta, seperti produsen snack ‘Ayu Kriming’ dan pengrajin anyaman ‘Tafa Craft’, menilai peluang sinergi antara UMKM dan pariwisata perlu diperkuat melalui branding, peningkatan kualitas, serta promosi terintegrasi untuk menjangkau pasar lebih luas.
Forum tersebut ditutup dengan ajakan kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar UMKM dan Ekraf Pacitan mampu menjawab tantangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi daerah. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta perwakilan pelaku Ekraf Pacitan.

