Bagikan

Perluas Akses Investasi Emas, Bank DBS Indonesia Gandeng Mandiri Investasi

Poin Penting

Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi menjalin kerja sama referral untuk produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) ETF Gold BlackRock (iShares).
Produk KPD ETF Gold memberikan eksposur langsung pada harga emas global, biaya kompetitif, dan mekanisme investasi lebih efisien dibanding emas fisik.
KPD ETF Gold memakai underlying iShares Gold Trust (IAU) dari BlackRock, yang akurat mengikuti harga emas fisik.

JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk memperluas akses investasi emas, PT Bank DBS Indonesia dan PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) menjalin kerja sama referral untuk Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Exchange Traded Fund (ETF) Gold BlackRock (iShares).

Consumer Banking DIrector Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengungkapkan, kerja sama ini muncul di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai, seiring ketidakpastian pasar global dan potensi inflasi akibat kebijakan pelonggaran fiskal serta moneter di Amerika Serikat (AS). 

“Di tengah gejolak pasar, emas terbukti menjadi stabilizer yang sulit digantikan. Sebagai mitra terpercaya, kami berkomitmen menghadirkan solusi untuk membantu nasabah mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (24/11/2025). 

Baca Juga

Harga Emas Antam (ANTM) Menguat Rp 40.000 Ikuti Reli Harga Dunia

Melalui kemitraan dengan Mandiri Investasi, lanjut Melfrida, Bank DBS Indonesia berupaya menyediakan akses investasi emas yang praktis untuk mendukung strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang. 

Ia menjelaskan, KPD ETF Gold menawarkan eksposur langsung terhadap harga emas global dengan biaya kompetitif serta mekanisme investasi yang lebih efisien dibandingkan kepemilikan aset fisik. Produk ini juga memberikan transparansi harga dan likuiditas memadai, sekaligus mempertahankan fungsi emas sebagai aset safe haven untuk meredam volatilitas pasar. 

Direktur Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan, produk KPD ETF Gold dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko. 

“Produk ini dirancang untuk investor yang ingin mengintegrasikan emas sebagai bagian dari strategi portofolio jangka menengah, sambil tetap mengandalkan manajemen aktif untuk menjaga kinerja investasi,” katanya. 

Baca Juga

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed Dorong Harga Emas Naik

Menurut Hardiyanto, produk KPD ETF Gold menggunakan underlying iShares Gold Trust (IAU), ETF global besutan BlackRock yang mengikuti pergerakan harga emas fisik secara akurat. Instrumen ini cocok bagi investor berprofil risiko agresif dengan horizon jangka menengah yang menginginkan eksposur emas melalui sarana yang modern dan terukur.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024