J Trust Bank Cetak Laba Rp 63,74 Miliar dan Kredit Rp 27,06 Triliun di Kuartal III 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Hingga kuartal III 2025, PT Bank JTrust Indonesia atau J Trust Bank (BCIC) mencetak laba bersih sebesar Rp 63,74 miliar. Capaian tersebut salah satunya didorong oleh pertumbuhan kredit.
Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai mengungkapkan, kredit bruto yang disalurkan pihaknya tumbuh 2,04% secara year to date (ytd) menjadi Rp 27,06 triliun.
“J Trust Bank berkomitmen untuk terus mengakselerasi pertumbuhan bisnis melalui penyaluran kredit dan pendanaan dengan profitabilitas yang berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga
Lewat 3 Jurus Ini, J Trust Bank Fokus Pertahankan Kinerja Positif
Sejalan dengan itu, rasio kredit bermasalah juga terjaga. Tercermin dari non performing loan (NPL) bruto dan neto masing-masing sebesar 2,71% dan 1,81%. Permodalannya juga solid, dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di level 13,69%.
Dari sisi penghimpunan dana, J Trust Bank sukses mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 34,21 triliun di kuartal III 2025, tumbuh 0,94% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 33,89 triliun.
“Kami sangat memperhatikan upaya-upaya untuk menjaga kualitas aset yang sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan lanskap bisnis yang semakin menantang,” kata Fukadai.
Baca Juga
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2025, J Trust Bank Sambut 10 Tahun Eksis di RI
Ia menyatakan, pendapatan operasional lainnya J Trust Bank melesat 172,70% secara year on year (yoy), dari Rp 72,85 miliar di kuartal III 2024 menjadi Rp 198,51 triliun di periode yang sama tahun ini.
Untuk mengantisipasi berbagai sentimen dan faktor pasar, lanjut Fukadai, pihaknya siap memprioritaskan pertumbuhan yang berkualitas dan efisien, ditopang oleh pengelolaan risiko yang prudent.
“J Trust Bank berkomitmen untuk mencatatkan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di kuartal IV 2025 mendatang melalui tiga fokus utama, yaitu pertumbuhan kredit dan simpanan, profitabilitas dan efisiensi, serta kualitas kredit, likuiditas, dan permodalan,” ucapnya.

