AIIB Siapkan US$ 870 Juta Biayai Transisi Energi Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id - Pertemuan tahunan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di kota Sharm El-Sheikh, Mesir selesai diselenggarakan, dan dalam pertemuan tersebut berhasil disepakati rencana pembiayaan untuk transisi energi di Indonesia, dengan dana sebesar US$ 870 juta.
Disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada agenda tahunan tersebut telah ditandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LOI) antara AIIB dengan PT PLN serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Ia menyebut, kerja sama ini dilakukan untuk menyukseskan transisi energi di Indonesia.
Baca Juga
Kemenkeu: Industri Punya Opsi, Bayar Pajak Karbon atau Beli di Pasar Karbon
"Hari ini dengan penandatanganan ini, akan diharapkan adanya suatu platform bersama untuk kerja sama antara PT PLN, PT SMI, dan juga dengan AIIB untuk menyukseskan transmisi dan transisi energi di Indonesia," ungkap Sri Mulyani dilansir laman resmi Kemenkeu, Rabu (27/9/2023).
Dengan penandatanganan LoI tersebut, maka AIIB berkomitmen untuk menyediakan pembiayaan, bantuan teknis, dan dukungan pengembangan kapasitas yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi Indonesia.
Termasuk, pembiayaan untuk sistem transmisi di Sumatra, dengan perkiraan biaya US$657 juta untuk tahun 2024-2026 dan tambahan US$213 juta pada tahun 2023. Maka total dana yang bakal disiapkan AIIB adalah sebesar US$870 juta untik periode 2023-2026.
Menurut Sri Mulyani, kerja sama tersebut menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan porsi sumber energi terbarukan sekaligus membangun keandalan dan keamanan energi di Indonesia.
Baca Juga
Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan saat ini isu perubahan iklim menjadi bahasan penting selama dua hari pertemuan tahunan AIIB. Bahkan, isu ini juga merupakan tantangan bagi masyarakat dunia.
"Kita semua tahu bahwa masalah climate change menjadi masalah yang luar biasa penting dan selama 2 hari pertemuan Annual Meeting AIIB kita membicarakan mengenai climate change yang merupakan tantangan bagi masyarakat dunia", ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa AIIB ingin meningkatkan portofolionya lebih dari 50% untuk pengembangan infrastruktur yang berkaitan dengan isu perubahan iklim, termasuk sektor energi.
Menkeu menuturkan bahwa AIIB Annual Meeting tahun depan akan diadakan di wilayah Asia Tengah. Tepatnya di kota Samarkand yang penuh sejarah di negara Uzbekistan.
Baca Juga
Hadiri AIIB Annual Meeting, Sri Mulyani Sampaikan Isu Pembiayaan Perubahan Iklim
"Kota yang dipilih adalah Samarkand. Sebuah kota yang begitu sangat banyak sekali history termasuk sumber dari para filsuf, termasuk Ibn Sina yang pernah tinggal di Samarkand," jelasnya.
Pasca kunjungan kerja di Mesir, selanjutnya Menkeu beserta delegasi dijadwalkan akan menghadiri Berlin Global Dialogue pada 28-29 September mendatang.

