Top, Main di Segmen UMKM BRI Mampu Jaga NPL di Bawah 3%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk fokus pada layanan kredit untuk sektor UMKM sebagai backbone utama bisnis perseroan. Komitmen ini bukannya tanpa tantangan. Pasalnya untuk terjun ke segmen UMKM, perbankan harus menerima konsekuensi tingkat operational cost yang tinggi.
Operational cost tinggi biasanya akan menjelma menjadi tingkat credit risk yang tinggi pula, dan bisa berujung pada tingkat kualitas kredit yang rendah, dan tecermin dalam rasio non performing loans (NPL) atau kredit bermasalah yang tinggi.
Namun hal ini tidak terjadi pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berjulukan bank-nya wong cilik. Disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso saat Media Gathering BRI dan Trofeo Soccer BRI pada Selasa (12/9/2023), perseroan mampu menjaga tingkat kualitas kredit di bawah 3%, yakni di level 2,95% secara konsolidasi.
“Bisnis kita di segmen mikro, lalu tingkat NPL nya bisa di bawah 3%, seperti BRI yang sebesar 2,95%. Ini berarti kualitas aset kita bisa terjaga dengan baik,” kata Sunarso.
“Perlu disampaikan berulang-ulang, bisnis kita di segmen mikro dan SME, UMKM. Masalahnya adalah operational cost yang tinggi, dan operation risk yang juga tinggi, yang sering terwujud menjadi credit risk. Sehingga bisa membuat NPL bank berada di atas level 3%. Dan di bawah 4% itu masih wajar,” imbuhnya.
Sunarso juga menyampaikan, dari kualitas aset yang terkelola dengan baik serta balance sheet yang sehat, maka bisa dipahami BRI pun mampu menghasilkan profitabilitas yang baik.
“Selama selama enam bulan pertama 2023, net profit BRI mencapai Rp29.6 triliun. Atau tumbuh sebesar 18,8%,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sunarso juga memaparkan, emiten berkode bursa BBRI ini mampu meningkatkan asetnya sebesar 9,2% pada paruh pertama 2023 menjadi Rp1.805 triliun.
Mayoritas aset ini ditempatkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan, dengan total kredit sebesar Rp1.202 triliun, atau bertumbuh 8,8%. “Lebih tinggi dari pertumbuhan market. Karena industri perbankan Tanah Air hanya tumbuh 7,6%. BRI Outperformed di market,” tandasnya.

