Dunia Kian Volatil, Digitalisasi Jadi Kunci Utama Perbankan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Executive Director Intellectual Business Community (IBC) Bayu Prawira Hie menilai perbankan harus semakin adaptif menghadapi dunia yang kian volatil dan sulit diprediksi. Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci untuk menjaga kelincahan industri keuangan di tengah dinamika global.
“Beberapa hal yang bisa kita ambil pelajaran dari demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Pertama, kita harus sadar yang namanya dunia ini semakin volatil dan unpredictable. Jadi banyak hal yang unpredictable, oleh karena itu kita makin perlu agility atau kelincahan,” ujarnya, saat opening speech di acara Digital Banking Awards (DBA) 2025, yang digelar Intellectual Business Community (IBC) bersama Investortrust.id, di JW Marriott Hotel, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Bayu mengatakan, kelincahan itu hanya bisa dicapai dengan digitalisasi. Sebab, digital itu jauh lebih lincah dibandingkan dengan physical.
Baca Juga
Ekonom Prasasti Piter Abbdullah: Utang Produktif, Digitalisasi, dan Narasi Baru Ekonomi Indonesia
Ia juga menyinggung fenomena demonstrasi pada 25 dan 28 Agustus lalu yang menurutnya menunjukkan besarnya peran digital dalam menggerakkan massa. Pada tahun 1998 misalnya, ketika dunia belum menerapkan digital tapi tetap terjadi aksi.
“Tapi totally diference dengan yang kemarin, kemarin itu spark-nya adalah digital. Makanya yang pada ditangkap itu yang menyebarkan lewat digital. Kalau dulu yang ditangkapin yang pertemuan fisik,” kata Bayu yang merupakan Ketua Dewan Juri DBA 2025.
Baca Juga
Direktur IBC Bayu Prawira Ungkap 3 Tantangan dalam Digitalisasi Perbankan Indonesia, Apa Saja?
Dengan melihat fakta tersebut, Bayu menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan keharusan bagi perbankan. “Digital itu sekarang sangat menentukan. Tapi kalau digital itu sedemikian menentukannya, kenapa award ini dibikinnya physical bukan digital,” ucap dia.

