Market Share Syariah Masih Rendah, PT Alami Fintek Sharia Ungkap Solusinya
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Alami Fintek Sharia, Harza Sandityo memberikan pandangannya terkait masih rendahnya market share keuangan syariah di Indonesia.
Sekadar informasi, sampai Agustus 2023, perbankan syariah tercatat memiliki total aset sebesar Rp 817,6 triliun dengan pertumbuhan sebesar 9,79% (year on year/yoy) dan telah menyumbangkan pangsa pasar perbankan syariah sebesar 7,26%.
Melihat hal tersebut, Harza bersama pihaknya pun terus fokus untuk meningkatkan market share keuangan syariah di Tanah Air.
"Kami membuat perusahaan ini fokus untuk meningkatkan market share syariah yang masih rendah ini, bisa ditingkatkan," ujar Harza dalam acara Seminar Investortrust UMKM Connect yang bertajuk "Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
OJK Imbau Penyelenggara Fintech P2P Lending Perhatikan Mitigasi Risiko
Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Dari segi kebijakan kata Harza, saat ini upaya pengembangan pangsa pasar sifatnya masih bottom up atau lebih banyak diupayakan oleh para pelaku industri sendiri. Ia pun berharap pemerintah bisa lebih pro aktif memberikan dorongan agar terjadi peningkatan pangsa pasar lewat kebijakan yang lebih berpihak.
"Masih sangat dibutuhkan insentif," katanya.
Lebih lanjut, Harza menyebut, solusi selanjutnya untuk meningkatkan market share di Indonesia adalah dari sisi teknologi.
"Pembukaan rekening syariah sangat penting, karena kalau download Bank Hijrah saat ini, dalam waktu lima menit sudah bisa (buka rekening), full digital. Jadi sangat mudah," ujarnya.
Ia menyatakan harapannya bahwa institusi keuangan syariah di Tanah Air bisa melengkapi dirinya dengan digitalisasi sehingga bisa memberikan kemudahan kepada para nasabah yang menginginkan kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

