OJK Sebut Inovasi Teknologi Jadi Motor Utama Percepatan Inklusi Keuangan
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan inovasi teknologi di sektor keuangan akan menjadi motor utama dalam mempercepat inklusi, memperluas akses, serta meningkatkan efisiensi layanan keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, Hasan Fawzi mengungkapkan, perkembangan teknologi di satu sisi membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga menghadirkan risiko baru.
“Inovasi teknologi sektor keuangan akan terus menjadi motor utama yang dapat mempercepat inklusi, memperluas kemudahan akses, dan meningkatkan efisiensi layanan keuangan. Namun, hadirnya teknologi baru ini juga membawa eksposur terkait risiko, termasuk potensi penipuan, aktivitas ilegal, maupun ancaman stabilitas terhadap sistem keuangan kita,” ujar Hasan di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Baca Juga
OJK dan Komdigi Tekankan Pentingnya Pelaporan Dini Korban Scam Digital
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan, dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia melaju sangat cepat. Mengacu laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar US$ 90 miliar pada 2024. Angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga US$ 200–360 miliar pada 2030.
Sektor pembiayaan dan wealthtech juga mencatat pertumbuhan dua digit setiap tahunnya. Nilai Gross Transaction Value (GTV) mencapai US$ 404 miliar pada 2024, dan diperkirakan menembus US$ 900 miliar pada 2030. Hal ini mencerminkan transformasi mendasar dalam ekosistem keuangan digital masyarakat Indonesia.
Baca Juga
OJK Cabut Izin PT BPR Disky Suryajaya, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabahnya
Data Bank Indonesia (BI) turut memperkuat tren tersebut. Pada kuartal II 2025, nilai transaksi QRIS mencapai Rp 317 triliun, atau tumbuh 121% secara tahunan. Hasan bilang capaian layanan keuangan digital ini tidak lagi sekadar instrumen efisiensi, tetapi telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan daya saing global.
Ia juga mengaku optimistis transformasi digital bukanlah fenomena sesaat, melainkan warisan strategis yang dapat membawa kesejahteraan, memperkuat daya saing bangsa.
“Dengan semangat tersebut, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aftech, seluruh pengurus, serta penyelenggara kegiatan hari ini yang telah menghadirkan forum strategis untuk mempertemukan kepentingan para pemangku kepentingan dan mendorong pengembangan ekosistem keuangan digital,” pungkasnya.

