Aslindo Optimistis Prospek Bisnis Lembaga Keuangan Mikro Masih Cerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi LKM-LKMS Indonesia (Aslindo) Burhan optimistis prospek industri lembaga keuangan mikro (LKM) tetap cerah ke depannya, seiring dengan kebutuhan pembiayaan di segmen ultra mikro yang meningkat.
“Harus optimis ya, harus meningkat, harus tumbuh. Walaupun memang bertahap. Kalau naik itu kan jangan terlalu terjal, nanti jatuh. Apapun itu. Jadi naik sedikit-sedikit gitu kan. Jadi ya bertahap tapi pasti gitu,” ujarnya, di Jakarta, belum lama ini.
Burhan menyatakan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan peningkatan penyaluran pinjaman oleh LKM hingga pertengahan tahun ini menjadi sinyal positif bagi industri ke depannya.
“Semakin meningkat kebutuhan masyarakatnya, jadi lebih kepada masyarakat ultra mikro, masyarakat non bankable, karena memang kita lihat kondisi ekonomi sekarang di tingkat UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), mungkin tidak hanya LKM,” katanya.
Baca Juga
Menteri UMKM: Jamkrida Harus Jadi Solusi Pendanaan UMKM 'Unbankable' di Daerah
Sekadar informasi, data OJK mencatat penyaluran pinjaman LKM dari waktu ke waktu menunjukkan peningkatan. Pada 2022 misalnya, pinjaman yang disalurkan industri ini Rp 950 miliar, kemudian naik ke Rp 1,01 triliun pada 2023, meningkat menjadi Rp 1,04 triliun di tahun lalu, dan Rp 1,05 triliun pada Juni 2025.
Burhan juga menyoroti pentingnya roadmap yang telah dicanangkan untuk mendorong ekspansi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) LKM. Menurutnya, roadmap tersebut akan memacu pelaku LKM untuk keluar dari zona nyaman dan mengoptimalkan potensi lokal.
“(Melalui) roadmap itu kan kita dituntut untuk tumbuh dan berkembang, yang tadinya kita pada posisi nyaman saat ini. Akhirnya, kita mau tidak mau juga harus meningkat. Memang, melalui roadmap itu (jadi) jalan satu-satunya untuk bisa kita lebih meningkat,” ucap dia.
Burhan berharap, keberadaan LKM dapat semakin dikenal masyarakat luas melalui media dan platform digital, sehingga peran LKM dalam mendorong perekonomian daerah dapat lebih dirasakan dampaknya.

