Friderica Widyasari Dewi Luncurkan Buku Pertama yang Bahas Pengawasan 'Market Conduct' di Indonesia
Poin Penting
●
Buku karya Friderica Widyasari Dewi dan Cecep Setiawan ini membahas secara komprehensif pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan
●
OJK menegaskan bahwa market conduct kini menjadi “saudara kembar” pengawasan prudensial
●
Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Komisi XI DPR, dan pemimpin industri memandang buku ini sebagai game changer
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan meluncurkan buku berjudul "Pengawasan Market Conduct: A Game Changer untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025) malam.
Dalam sambutannya, Friderica yang biasa disapa Kiki itu mengungkapkan bahwa alasan buku ini ditulis bersama Cecep adalah karena adanya keprihatinan sekaligus optimis dengan adanya pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) atau market conduct ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi seusai Peluncuran dan Bedah Bukunya yang berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
"Kalau dulu Bapak Ibu sebagai konsumen ya, kalau kita beli produk yang jelek ya, paling kita masukin ke laci, sudah gitu saja. Juga di sektor keuangan, kalau beli sesuatu nggak bagus. Sekarang konsumen keuangan tidak seperti itu. Kalau dulu beli produk, sesuatu produk, kemudian produk itu tidak sesuai dengan yang diperjanjikan mereka akan protes, berbondong-bondong melakukan demo, dan bahkan kemudian berkemah di depan OJK, di mana-mana," ujarnya dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Pengawasan Market Conduct: A Game Changer untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil.
Maka dengan adanya pengawasan market conduct, menurut Kiki ini sangat baik, yaitu memberi keseimbangan antara pengawasan prudensial dengan pengawasan market conduct. Sambungnya, jika dulu pengawasan itu lebih berat kepada bagian yang melihat rasio-rasio likuiditas, melihat rasio kesehatan bank, dan lain-lain, sekarang ada satu aspek pengawasan, yaitu market conduct itu sendiri.
"Bagaimana PUJK berhubungan dengan konsumen atau calon konsumennya, itu yang kita lihat. Dan itu ada satu life cycle dari produk. Dari mulai produk itu didesain, sampai dengan seterusnya. Karena itu kita melihat dengan perbaikan," ungkap Kiki.
Lebih lanjut, Kiki menyebut, dirinya selalu mengingatkan kepada PUJK untuk bersama-sama memperhatikan market conduct-nya. Karena, kata ia, jika PUJK memperhatikan market conduct dan dilakukan dengan baik, konsumennya loyal dan lain-lain, ini tentu akan memberikan pengaruh positiff ke PUJK itu sendiri.
Dari kiri ke kanan, Guru Besar Universitas Gajah Mada Eduardus Tandelilin, Wakil Direktur Utama Bank BSI Bob Tyasika Ananta, Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani, dan Moderator Glory Oyong dalam sesi Bedah Buku yang berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyambut baik penerbitan buku ini yang mengulas secara menyeluruh pengawasan market conduct, yang baru direformasi di Indonesia melalui Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan Tahun 2023. Mahendra berpandangan bahwa buku ini merupakan kontribusi yang sangat penting, karena dihadirkan pada waktu yang tepat.
"Kita harus memperhatikan terkait dengan market conduct dan pelindungan konsumen, karena adanya peningkatan kompleksitas dari layanan keuangan. Makanya peningkatan integritas sektor jasa keuangan sangat diperlukan. Tentu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas literasi dan edukasi masyarakat berhadapan dengan ekspektasi masyarakat terhadap sektor jasa keuangan yang terus berpembang pesat" jelas Mahendra di acara tersebut.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar saat memberikan kata sambutan dalam Peluncuran dan Bedah Buku berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi berfoto bersama Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK sekaligus Penulis Buku Cecep Setiawan, Wakil Pemimpin Umum Kompas Paulus Tri Agung Kristanto, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Anggota Dewan Komisioner OJK berserta Tamu VIP lainnya seusai Peluncuran dan Bedah Buku yang berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Lebih lanjut, Mahendra menuturkan bahwa semua itu terjadi bersamaan dengan transformasi digital yang juga sangat pesat. Sehingga, apa yang semula dikenal market conduct sebagai pelengkap, bahkan sebelum munculnya undang-undang P2SK, lebih banyak didekati dalam perspektif pelindungan konsumen dan edukasi literasi.
"Sekarang sudah begitu cepatnya langsung menjadi saudara kembar dari pengawasan prudensial untuk menjaga perkembangan, penguatan stabilitas jasa keuangan dan tentu integritas yang sangat diperlukan," ucap Mahendra.
Oleh karena itu, jika buku ini menggunakan istilah game changer, Mahendra berpandangan bahwa game changer yang benar-benar besar sebagai landasan hukum yang mengubah cara pandang dan visi ke depan, dan melihat bagaimana potensi luar biasa sektor jasa keuangan justru adalah undang-undang P2SK itu sendiri yang sangat visioner, sangat strategis, dan sangat komprehensif.
"Dan kemudian, saya juga setuju bahwa buku ini dianggap sebagai game changer, karena dalam kurun waktu dua tahun, sudah bisa merepresentasikan suatu rumusan ekosistem dari keberadaan dan pelaksanaan dari pengawasan market conduct, itu game changer betul," terang Mahendra.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Penulis Buku Friderica Widyasari Dewi (tengah) bersama Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK sekaligus Penulis Buku Cecep Setiawan (dari kiri), Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, dan Wakil Pemimpin Umum Kompas Paulus Tri Agung Kristanto saat berbincang seusai Peluncuran dan Bedah Buku berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun pun turut mengapresiasi buku pertama yang membahas pengawasan market conduct di Indonesia ini. Menurut Misbakhun, buku ini mendokumentasikan tanggung jawab OJK dengan sangat detail dan luar biasa.
"Saya mengatakan, ingin menyampaikan bahwa kelihatannya sederhana, tapi buku ini bisa menjadi salah satu kado buat rakyat Indonesia di 80 tahun kemerdekaan. Kenapa? Sebagai pelayan publik, buku inilah yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat kita. Saya ditugaskan oleh negara untuk menduduki suatu jabatan, saya ingin mendokumentasikan, inilah yang ingin saya persembahkan," terang Misbakhun.
Misbakhun menambahkan, sedikit orang yang mendokumentasikan tugas dan tanggung jawabnya dalam sebuah buku. Apalagi buku yang menurutnya sangat berharga isinya, sangat detail, dan memberikan direksi yang kuat, serta memberikan sebuah pandangan.
"Kalau menurut saya, yang layak untuk diberikan apa ya sebuah pandangan yang ini luar biasa. Saya tidak ingin memuji didepan banyak orang. Tapi ini memang luar biasa," ucap Misbakhun
Dalam dunia keuangan yang kian kompleks dan terintegrasi, kepercayaan (trust) bukan sekadar nilai tambah, ia adalah fondasi utama yang dibangun melalui praktik market conduct yang sehat, yakni perilaku PUJK yang jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab kepada konsumennya.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun saat memberikan kata sambutan dalam Peluncuran dan Bedah Buku berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Sebagai buku pertama yang membahas pengawasan market conduct di Indonesia, kehadiran buku ini tak bisa lagi ditunda. Pengawasan market conduct bukan pelengkap, melainkan salah satu pilar utama pemberdayaan konsumen dan stabilitas sistem keuangan.
Di sinilah peran regulator, pelaku industri, dan konsumen diuji secara nyata, bukan dalam tataran diskusi, tetapi dalam praktik nyata yang dirasakan langsung oleh konsumen dan masyarakat. Buku ini bukan hanya bahan bacaan, melainkan ajakan bertindak.
Buku ini membekali pembaca dengan prinsip, kerangka, dan pendekatan strategis dalam pengawasan market conduct. Lebih dari itu, buku ini menantang kita semua untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih adil dan bertanggung jawab. Buku ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menyalakan semangat, bahwa market conduct yang sehat bukan hanya sekedar jargon, tetapi harus menjadi keniscayaan di Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (kiri) saat menandatangani Buku sekaligus berbincang dengan CEO Investortrust.id Primus Dorimulu (kanan), dan Executive Director Intellectual Business Community Bayu Prawira Hie (tengah) seusai Peluncuran dan Bedah Buku yang berjudul "PENGAWASAN MARKET CONDUCT Untuk Pelindungan Konsumen dan Sektor Keuangan yang Tumbuh Berkelanjutan dan Stabil" di Gedung UGM Samator, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.