Lewat LIKE IT, Generasi Muda dan Difabel Didorong Semakin Melek Finansial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) bertajuk ‘Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas’.
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi keuangan yang menyasar generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, demi mewujudkan masyarakat yang cerdas finansial dan berdaya saing.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, tingkat inklusi keuangan Indonesia menunjukkan capaian positif yang kini berada di angka 66,46%, dari sebelumnya 54-55% di tahun lalu maupun tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan negara-negara berkembang, bahkan dengan negara-negara OECD (The Organization for Economic Co-operation and Development), angka 66% itu berada dalam kuartil menengah ke atas. Jadi salah satu yang maju sebenarnya,” ujarnya, dalam konferensi pers LIKE IT) bertajuk ‘Generasi Muda Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas’, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga
OJK Dorong Perempuan UMKM Jadi Penggerak Duta Literasi Keuangan
Ke depan, OJK bukan hanya berfokus pada peningkatan angka literasi semata, namun juga kualitas literasi, pemahaman manfaat akan produk keuangan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko.
“Karena tidak bisa terelakkan ke depan kompleksitas dari jasa dan produk keuangan akan meningkat. Kita tidak bisa isolasi diri, tapi yang kita bisa lakukan adalah memperkuat ketahanan, pemahaman, dan kemampuan resiliensi dari kita semua masyarakat di Indonesia,” kata Mahendra.
Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan, program ini juga menjadi wujud komitmen memberikan akses setara bagi penyandang disabilitas.
“Kami telah mengeluarkan Pedoman SETARA (Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya) untuk mendorong seluruh PUJK (pelaku usaha jasa keuangan) untuk memberikan akses kesetaraan kepada saudara-saudara kita yang difabel,” ucapnya.
Baca Juga
“Baik untuk mereka bisa mengakses produk (finansial)-nya, melakukan inklusi keuangan, dan lain-lain. Itu kita dorong mereka untuk setara, maupun akses secara fisik. Jadi ini adalah bentuk nyata komitmen kita untuk dukungan kepada saudara kita yang difabel,” sambung Friderica.
Setali tiga uang, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mendukung penuh terhadap program literasi keuangan, termasuk yang melibatkan generasi muda dan penyandang disabilitas.
“Kami juga punya program literasi keuangan ke sekolah dan universitas, sekaligus memberikan beasiswa. Saat memberikan beasiswa, kami sertakan edukasi keuangan supaya penerima makin paham,” ucapnya.
Ke depan, Purbaya menegaskan, LPS akan semakin menggiatkan kegiatan literasi dan edukasi keuangan, termasuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti OJK agar kegiatan literasi dapat terlaksana secara besar.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menilai, literasi keuangan adalah fondasi pembangunan bangsa. Ia menekankan pentingnya melibatkan penyandang disabilitas dalam upaya ini.
“Makna hari ini saya rasa sangat-sangat spesial, dan untuk itu saya angkat topi ke OJK, karena ini tahun pertama (ditujukan untuk) difabel. Tadi saya mendengarkan pertanyaan-pertanyaan dari mereka, mereka menjelaskan sudah menabung. Itu kan suatu fondasi yang kokoh, atau sesuatu yang sebetulnya berarti juga untuk pemangku kebijakan,” kata Thomas.

