Dukung Ekspansi Bisnis Nasabah Kaya, DBS Indonesia Perkuat Layanan Private Banking
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan jumlah populasi orang kaya atau high net worth individuals (HNWI) di Indonesia yang terus meningkat, PT Bank DBS Indonesia memperkuat layanan private banking-nya yakni DBS Treasures Private Client.
Consumer Banking Director DBS Indonesia Melfrida Gultom mengungkapkan, memasuki tahun ke tujuh, DBS Treasures Private Client berkomitmen menjadi mitra terpercaya lintas generasi agar nasabah dan penerus mereka dapat tangguh memperluas ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Hal ini kami lakukan melalui tiga pilar utama, yaitu keahlian global dengan perspektif Asia, dialog ahli yang didukung koneksi strategis, dan jaringan se-Asia dengan keistimewaan menyeluruh,” ujarnya, dalam media group discussion, di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Menurut Melfrida, kebutuhan akan solusi wealth management di Indonesia semakin berkembang. Dengan pendekatan holistik, DBS Indonesia tidak hanya menawarkan analisis pasar dan solusi teknologi, tapi juga akses strategis ke jaringan regional yang kuat di Asia.
“Ini memungkinkan kami mendampingi nasabah dalam membangun, mengelola, hingga meneruskan kekayaan lintas generasi secara berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga
DBS Indonesia Incar Pertumbuhan Jumlah Nasabah Kaya hingga Dua Digit di 2025
Di kesempatan yang sama, Head of Segmentation, Liabilities, and Secure Lending DBS Indonesia Natalina Syabana menyatakan, pilar kedua yaitu dialog ahli dan koneksi strategis menjadi fokus baru DBS Indonesia dalam menjembatani kebutuhan lintas generasi.
Berbagai program seperti Monthly & Annual Market Update, DBS Chief Investment Office Insight, DBS Asian Insights, hingga DBS Spring Festival juga dihadirkan untuk memperkaya wawasan nasabah.
“Sementara merangkul nasabah dan generasi penerus mereka, kami menghadirkan DBS Expert Connection yang menghubungkan nasabah ke para pakar industri dan pemimpin bisnis di berbagai negara,” ucap Natalina.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Founder Rumah Perubahan Rhenald Kasali menjelaskan, saat ini seluruh dunia tengah berpaling ke China yang sukses mendisrupsi dunia dengan konsep ‘factory of the world’.
Perusahaan-perusahaan Indonesia, menurutnya, hanya punya dua pilihan, yakni bersaing atau berkolaborasi dengan China. Secara singkat juga, perusahaan-perusahaan dituntut inovatif sekaligus efisien.
“Di sisi lain, setiap generasi menghadapi challenges yang berbeda. Hari ini generasi baru menghadapi business landscape yang disruptif dan dituntut memperbaharui masa depan perusahaan yang dirintis generasi sebelumnya. Corporate networking and personal networking menjadi penentu,” ujar Rhenald.
Sekadar informasi, populasi orang kaya di Indonesia terus meningkat. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan, jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar pada Mei 2025 naik 3,56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Semenyara, total nominal simpanan meningkat 4,38%.

