Danamon Ungkap Pentingnya Memiliki Asuransi untuk Rencanakan Masa Depan
JAKARTA, investortrust.id - Di usia produktif, kesiapan finansial menjadi dasar penting dalam merencanakan masa depan. Namun dalam praktiknya, masih banyak orang yang melupakan satu aspek krusial, yaitu kepemilikan asuransi. Padahal, asuransi berperan sebagai perlindungan yang dapat membantu individu menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian di setiap tahap kehidupan.
Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon menyatakan bahwa asuransi secara khusus tidak hanya untuk menjamin keuangan masa depan, tapi ada hal-hal lainnya yang bisa dimanfaatkan.
"Memang specifically di Indonesia yang diperlukan adalah edukasi ke masyarakat, bahwa asuransi itu adalah bagian dari manajemen resiko pribadi. Nah, itu yang mungkin perlu di-highlight kalau specifically di Indonesia," ujar Head Of Wealth Management Danamon Indonesia Yulius Ardi dalam acara Journalist Class bertajuk "Menulis Masa Depan: Karena Mimpi Tak Cukup Tanpa Perlindungan di Menara Danamon, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Maka dari itu, edukasi yang tepat dan menyeluruh menjadi sangat penting untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai peran asuransi, bukan hanya sebagai produk keuangan, tetapi sebagai bagian dari perencanaan hidup yang berkelanjutan.
Yulius menjelaskan, untuk mencapai tujuan perencanaan keuangan yang efektif, masyarakat perlu memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang memadai. Saat ini, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia menunjukkan tren yang positif, masing-masing mencapai 66,5% dan 80,5%.
Peningkatan ini juga tercermin pada sektor asuransi, di mana tingkat literasi dan inklusi asuransi masing-masing tercatat sebesar 45,5% dan 28,5%. Meskipun demikian, menurut laporan OJK tahun 2022, penetrasi premi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Rendahnya tingkat literasi ini mencerminkan tingginya risiko yang belum dikelola secara optimal. Jika dibiarkan, hal ini membuat masyarakat tidak siap menghadapi berbagai tantangan finansial, baik dalam hal perlindungan kesehatan, bisnis, maupun mitigasi risiko keuangan lainnya.
"Berkaca pada hal tersebut, asuransi menjadi salah satu jalan dan bentuk tanggung jawab di masa depan," terang Yulius.
Lebih lanjut, Yulius menyebut, terdapat beberapa manfaat dengan memiliki asuransi, yaitu melindungi aset dan dana tujuan, menjaga arus kas tetap stabil, memberi kepastian keuangan, mengurangi risiko finansial, dan endukung strategi investasi. Menurut ia, asuransi adalah cara untuk mengalihkan risiko finansial dari individu kepada perusahaan asuransi.
"Jadi, asuransi itu adalah kalau kita mau memimpi, mau mewujudkan asuransi itu adalah bagian dari bentuk tanggung jawab diri kita sendiri ke masa depan kita. Dan kalau misalnya kita tidak ada, anggaplah saya sebagai pencari nafkah di keluarga. Anak dan istri saya harus tetap hidup. Jadi asuransi memastikan adalah yang hidup harus tetap bisa hidup," jelas Yulius.

