Bank Jawa Tengah Raih Penghargaan Best Bank KBMI II dari InvestorTrust
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng meraih penghargaan Investortrust Best Bank 2025 untuk BPD Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) II di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/6/2025) malam.
Direktur Keuangan Bank Jateng Ristiani Saptuti mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. "Kami mengucapkan terima kasih atas award yang ptestisius ini, yang telah diberikan InvestorTrust kepada Bank Jateng," kata Ristiani, di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Riatiani berharap penghargaan ini dapat memjadi motivasi bagi Bank Jateng untuk meningkatkan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan nasabah. Selain itu, penghargaan ini diharapkan meningkatkan dukungan Bank Jateng bagi perekonomian Jawa Tengah.
"Dengan penghargaan ini, kami akan bekerja keras mempertahankan kepercayaan dan menjadikan BPD yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Jawa Tengah," jelas dia.
Sebagai bank KBMI II, Bank Jateng terus memainkan peran vital dalam mendukung pembiayaan sektor produktif dan pembangunan daerah di Jawa Tengah.
Di sisi lain, Bank Jateng tidak hanya menjadi institusi perbankan regional, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional.
Bank Jateng juga adaptif dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan kompetitif.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diolah Riset Investortrust, pada 2024, Bank Jateng mampu meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,62% dari Rp 68,11 triliun pada 2023 menjadi Rp 73,98 triliun.
Hal ini mendorong aset bertambah 6,73% dari Rp 88,45 triliun pada 2023 menjadi Rp 94,40 triliun. Di tengah tekanan gejolak global dan dinamika ekonomi dalam negeri, peningkatan aset dan DPK menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jateng tetap terjaga.
Bank Jateng membukukan laba bersih sebesar Rp 1,27 triliun pada 2024. BPD ini juga menunjukkan fondasi bisnis kuat, yang terlihat dari pencapaian laba operasional sebesar Rp 1,85 triliun tahun lalu.

