Rata-rata Laba Asuransi Jiwa Melonjak 87,7% dalam 5 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id — PT Investortrust Indonesia Sejahtera atau investortrust.id menyatakan laba industri asuransi jiwa tumbuh signifikan dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan DataTrust, laba industri ini meningkat rata-rata sebesar 87,7% sejak 2019 hingga 2024.
CEO Investortrust Primus Dorimulu mengungkapkan, industri asuransi jiwa mencatat kerugian pada 2019, tetapi secara bertahap membukukan pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) laba hingga naik 87,7% atau senilai Rp 8,86 triliun.
Baca Juga
CAR Life Insurance Raih Penghargaan Investortrust Best Insurance 2025
“Laba mengalami peningkatan signifikan. Pada 2019 rugi, terus membaik dan 2024 labanya naik lagi 32% (yoy),” ujar Primus dalam ajang "Investortrust Best Insurance 2025" di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Di sisi lain, kata Primus, premi bruto industri asuransi jiwa justru mengalami kontraksi sebesar 3,2% dalam 5 tahun terakhir, meskipun pada 2024 tercatat ada pertumbuhan 3,4% secara year on year (yoy).
Baca Juga
Panin Dai-ichi Life Raih Penghargaan Investortrust Best Insurance 2025
“Di sisi Investasi, kita melihat asuransi jiwa ini ada kenaikan dari 2019 sebesar Rp 488,18 triliun mencapai Rp 516,5 triliun pada 2024. Jadi dalam 5 tahun naik, tetapi 2024 ada penurunan 0,7% (yoy), itu outstanding-nya. Namun, hasil investasi kita melihat kecil, dalam 5 tahun cuma 0,3%, dan 2024 turun 29% (yoy),” papar dia.
Meski demikian, rasio kecukupan modal atau risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa masih berada jauh di atas batas minimum 120% dengan rata-rata mencapai 420%. Artinya, industri asuransi sangat sehat. “RBC masih kuat dari batas 120%, masih 420% rata-rata,” pungkas Primus.

