Penetrasi Asuransi Mikro Bisa Dipacu lewat Empat Strategi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Potensi asuransi mikro di Indonesia diyakini masih terbuka lebar, seiring kesadaran masyarakat yang terus meningkat terhadap kebutuhan proteksi.
Direktur Teknik dan Operasi PT Reasuransi Indonesia Utama, Delil Khairat, menyebut, meski potensinya besar, perkembangan asuransi mikro belum optimal.
Baca Juga
OJK Ungkap 6 Tantangan Skala Global Industri Perasuransian yang Patut Diwaspadai
“Isunya bukan karena masalah risiko yang besar, tapi bagaimana reaching out and administering the scheme. Ini yang berat dan memerlukan effort dan investment yang besar,” ujarnya dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Jumat (22/12/2023).
Menurutnya, kondisi ini sangat disayangkan. Seperti diketahui, asuransi mikro merupakan produk asuransi yang di desain untuk memberikan perlindungan atas risiko keuangan yang dihadapi oleh masyarakat berpenghasilan rendah atau low income group.
Baca Juga
Untuk mendongkrak penetrasi asuransi mikro di masyarakat, Delil menyatakan, ada empat strategi yang bisa dilakukan perusahaan yang memasarkan asuransi mikro.
“Key driver untuk itu ada empat, yaitu digitalization, memanfaatkan community based, merged social finance and insurance, serta yang paling penting produknya harus simple, affordable dan cusomized,” tukasnya.

