Melonjak 15,57%, Transaksi Digital Banking Tembus Rp 5.118,89 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi digital banking menembus Rp 5.118,89 triliun pada Oktober 2023, melonjak 15,57% (yoy). Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital dinilai tetap kuat, didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
"Pada Oktober 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp 5.118,89 triliun atau tumbuh sebesar 15,57% (yoy, sementara nilai transaksi uang elektronik (UE) meningkat 17,67% (yoy) sehingga mencapai Rp 41,71 triliun. Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 186,08% (yoy) dan mencapai Rp 24,97 triliun, dengan jumlah pengguna 43,44 juta dan jumlah merchant 29,63 juta, yang sebagian besar merupakan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis 23 November 2023.
Baca Juga
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 8,99% dan Bisa Capai 11% Akhir Tahun
Perry menegaskan, BI terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama sistem pembayaran antarnegara. Langkah ini diharapkan mendorong inklusi ekonomi keuangan dan memperluas ekonomi dan keuangan digital.
Penggunaan ATM dan Kartu Kredit Turun
Di sisi lain, untuk nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp 664,87 triliun, turun sebesar 3,53% (yoy). Sementara dari sisi pengelolaan uang rupiah, jumlah Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) pada Oktober 2023 meningkat 5,73% (yoy), menjadi Rp 957,74 triliun.
"Terkait pemenuhan untuk kebutuhan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI. BI juga terus memastikan ketersediaan uang rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI, melalui program pengedaran uang rupiah ke daerah Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan, dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat," imbuhnya.
Baca Juga
BI: Operasi Keuangan Pemerintah Ekspansi Rp 85 Triliun, Likuiditas Perekonomian Memadai

