BSI (BRIS) Gencarkan Kampanye “Jagalah Hati, Jaga Data Diri”, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menggencarkan literasi dan edukasi di masyarakat melalui kampanye “Jagalah Hati, Jaga Data Diri”. Kampanye ini dirilis untuk mengantisipasi kejahatan keuangan di era digital.
Bank berkode saham BRIS itu juga mengimbau para nasabah dan masyarakat selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dalam setiap transaksi keuangan.
SEVP Branding and Communication BSI, Kemas Erwan Husainy mengungkapkan, transaksi digital berpotensi besar disusupi para pelaku kejahatan. Data pribadi adalah pertahanan terakhir nasabah untuk menghindari upaya penipuan.
Baca Juga
Harga Emas Meroket, Saldo Emas di BSI Emas Digital Melonjak 231%
“Lewat kampanye ‘Jagalah Hati, Jaga Data Diri’, BSI mengajak nasabah melihat data mereka sebagai sesuatu yang bersifat prbadi dan sangat berharga,” ujar Kemas Erwan Husainy dalam keterangan pers, Sabtu (12/4/2025).
Kampanye ini, menurut Erwan, mengusung pendekatan yang unik, yaitu menggabungkan pesan spiritual dengan edukasi digital. BSI bahkan telah mendapatkan izin resmi dari Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) untuk menggunakan lagu “Jagalah Hati” sebagai simbol kampanye. Lagu ini memiliki makna yang kuat dan sudah dikenal luas masyarakat.
Kemas Erwan menjelaskan, kampanye ini juga menjadi bentuk hubungan emosional antara BSI dan nasabah, dengan harapan bisa membangun kesadaran lebih mengenai pentingnya melindungi data pribadi.
Erwan mengungkapkan, ada sejumlah modus penipuan digital yang marak terjadi saat ini, antara lain phishing lewat email berisi tautan palsu yang menyerupai situs resmi dan penipuan SMS atau WhatsApp mengatasnamakan bank dengan permintaan data pribadi.
Marak pula telepon palsu dari oknum yang mengaku petugas bank, website palsu yang menyerupai aslinya, surat resmi palsu untuk meminta pembayaran atau data pribadi, serta penggunaan WiFi publik dan serangan malware yang membahayakan perangkat.
Baca Juga
Naik 12,69%, Pembiayaan UMKM BSI Capai Rp 52,09 Triliun per Februari 2025
“Penting sekali bagi seluruh masyarakat di era sekarang ini untuk mengenali modus-modus tersebut sehingga lebih hati-hati dan waspada dalam menjaga keamanan diri kita,” kata Erwan.
Agar terhindar dari modus penipuan, Erwan menganjurkan nasabah tidak membuka link mencurigakan apa pun yang diterima melalui SMS atau WhatsApp, e-mail, dan media lainnya yang meminta data pribadi atau kartu, beserta one time password (OTP).
“BSI juga berkolaborasi dengan pihak berwenang dan lembaga terkait lainnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan digital di sektor perbankan,” ucap dia.

