BCA (BBCA) Pertahankan Posisi "Brand" Perbankan Terkuat di Dunia
JAKARTA, investirtrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sukses mempertahankan posisi sebagai brand perbankan terkuat di dunia (world's strongest banking brand) selama dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025) versi Brand Finance.
Emiten bersandi saham BBCA itu menduduki peringkat pertama dengan skor Brand Strength Index (BSI) 97,1 dari skala 100, meningkat dibanding tahun sebelumnya 93,8 dari skala 100, dan keduanya mencetak rating AAA+. BCA menjadi yang terbaik di antara 500 brand perbankan global ternama lainnya, yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Asia, dan Afrika.
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menyatakan, pencapaian ini merupakan wujud komitmen BCA dalam menjaga kepercayaan serta memberikan layanan terbaik kepada para nasabah.
Baca Juga
“Mewakili segenap manajemen dan karyawan BCA, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Brand Finance atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BCA sebagai brand perbankan terkuat di dunia selama dua tahun berturut-turut,” ujar Jahja dalam keterangan pers, Sabtu (12/4/2025).
Pengakuan ini, menurut Jahja, menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus menghadirkan layanan dan solusi perbankan yang mudah diakses sertamenjawab kebutuhan nasabah yang beragam.
“Ke depan, kami berharap dapat terus menjadi mitra tepercaya dalam perjalanan finansial masyarakat Indonesia, serta berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui inovasi dan pelayanan yang unggul,” kata dia.
Baca Juga
Net Sell Saham Melanda Rp 3,87 Triliun, Asing Buang Saham BMRI, BBRI, dan BBCA
Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, selain BCA, bank lainnya dari berbagai negara yang menduduki daftar Global 10 by Brand Strength Indeks yaitu Nubank dari Brasil, Banca Transilvania dari Rumania, Vietcombank dari Vietnam, Bank Singapore dari Singapura, Capitec Bank dari Afrika Selatan, Kenya Commercial Bank dari Kenya, JP Bank dari Jepang, Discover Bank dari AS, dan China Construct dari China.
Brand Finance mengukur kesehatan brand secara keseluruhan yang mencerminkan posisi sebuah brand dalam hati dan pikiran pelanggan, serta pasar yang lebih luas. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan key performance indicators (KPI) yang relevan, baik dalam aspek emosional maupun rasional.

