Naik 12,69%, Pembiayaan UMKM BSI Capai Rp 52,09 Triliun per Februari 2025
JAKARTA, investortrust.id - Komitmen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2025, penyaluran pembiayaan ke sektor tersebut mencapai Rp 52,09 triliun atau tumbuh 12,69% secara year on year (yoy), dan disalurkan kepada lebih dari 360.000 nasabah di seluruh Indonesia.
Direktur Distribution & Sales BSI Anton Sukarna mengungkapkan, sektor UMKM sangat berperan penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. Terlebih, sektor ini merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Kita semua tahu bahwa pelaku UMKM, termasuk yang masuk ekosistem pasar, itu adalah tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (10/4/2025).
Menurut Anton, hal ini tercermin dari kontribusinya yang mencapai 60% terhadap total produk domestik bruto (PDB) di dalam negeri. Sektor UMKM juga menyerap hampir 97% total tenaga kerja di seluruh Indonesia.
“BSI sendiri selama ini terus memacu pemberdayaan ekonomi pelaku UMKM,” katanya.
Baca Juga
Optimalkan Ekosistem Pasar, BSI Makin Fokus Garap Transaksi Ritel UMKM
Selain pembiayaan yang meningkat, lanjut Anton, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar Rp 97,45 triliun atau naik 34,58%. Di mana, angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan oleh regulator.
”Oleh karena itu (UMKM) harus dijaga secara berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi syariah,” ucapnya.
Anton menyatakan, untuk mendorong transaksi ritel secara digital, termasuk ke segmen UMKM, bank berkode saham BRIS ini juga memacu pertumbuhan EDC (electronic data capture) dan QRIS (quick response code Indonesian standard).
Baca Juga
Begini Upaya BSI Genjot Inklusi Perbankan Syariah Selama Libur Lebaran 2025
”Hingga 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448.000 dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transaksi Rp 3,5 triliun. Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13.000 dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi,” ujarnya.
“Adapun, nilai atau volume transaksi EDC sebesar Rp 551 miliar,” sambung Anton.

