Serangan 'Phishing' Keuangan Meledak di Asia Tenggara, Indonesia Jadi Sasaran Utama
JAKARTA, investortrust.id – Serangan phishing keuangan di Asia Tenggara mengalami lonjakan signifikan, menjadikan kawasan ini sebagai target utama kejahatan siber. Kaspersky mengungkapkan bahwa sepanjang 2024, lebih dari 500 ribu upaya serangan phishing keuangan berhasil diblokir, dengan Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara yang paling banyak diserang.
Phishing keuangan menyasar sektor perbankan, sistem pembayaran, dan e-commerce melalui situs web palsu yang meniru platform resmi. Serangan ini bertujuan menipu pengguna agar tanpa sadar memberikan informasi keuangan mereka kepada pelaku kejahatan siber.
"Banyaknya upaya phishing keuangan di Asia Tenggara sangat mengkhawatirkan. Kawasan ini menjadi target karena pertumbuhan ekonomi digitalnya yang pesat, yang diproyeksikan mencapai 1 triliun dolar pada 2030," kata General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong dalam keterangan yang diterima investortrust.id, Selasa (11/3/2025).
Sepanjang 2024, Kaspersky mencatat 534.759 serangan phishing keuangan yang menargetkan bisnis di Asia Tenggara, dari perusahaan kecil hingga besar.
Serangan terbanyak terjadi di Thailand dengan 247.560 insiden, diikuti Indonesia dengan 85.908, dan Malaysia dengan 64.779 serangan. Vietnam menghadapi 59.560 serangan, sementara Singapura dan Filipina masing-masing mencatat lebih dari 38.000 kasus.
Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) memungkinkan pelaku kejahatan menciptakan situs phishing yang lebih meyakinkan. Lanskap regulasi yang bervariasi di Asia Tenggara serta perbedaan tingkat kesiapan keamanan siber antar bisnis membuat kawasan ini rentan terhadap serangan siber bermotif finansial.
"Sekarang lebih dari sebelumnya, bisnis harus memiliki alat yang tepat dan akses ke intelijen ancaman real-time agar tetap selangkah lebih maju," tambah Yeo.
Untuk menghindari serangan phishing, Kaspersky meminta setiap individu diimbau untuk hanya membuka email dan tautan dari sumber terpercaya, memverifikasi URL dengan cermat, dan menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman siber.
Bagi sektor bisnis, pelatihan keamanan bagi karyawan, perlindungan email gateway, serta penerapan teknologi anti-phishing di perangkat kerja menjadi langkah penting dalam menangkal ancaman ini. (C-13)

