Laba Bank Raya Melonjak 109%, Mencapai Rp 50,89 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sepanjang tahun 2024 membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 108,9% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 50,89 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 24,35 miliar.
Direktur Utama AGRO, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, Net Interest Margin Bank Raya menunjukkan perbaikan yang signifikan. (NIM) meningkat 53bps menjadi sebesar 4,44% dari tahun sebelumnya sebesar 3,91%.
"Pencapaian laba yang positif di antaranya didukung oleh meningkatnya penyaluran kredit yang berdampak pada pertumbuhan pendapatan bunga di tahun 2024 sebesar 17,3% yoy menjadi sebesar Rp 1,04 triliun dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 890,95 miliar," kata Ida Bagus dalam siaran pers yang diterima investortrust.id, Selasa, (11/3/2025).
Pertumbuhan yang sama juga tercatat pada imbal hasil aset serta ekuitas yang masing-masing meningkat double dari tahun sebelumnya. Imbal hasil aset atau Return on Asset (ROA) mengalami peningkatan 20bps menjadi sebesar 0,40%. Selanjutnya, Return on Equity (ROE) meningkat 82bps menjadi sebesar 1,59% dari 0,77% pada tahun 2023.
“Kinerja keuangan Bank Raya sepanjang tahun 2024 menunjukkan momentum yang baik dan on track pada pertumbuhan bisnis digital serta diikuti penerapan prinsip kehati-hatian yang baik, terlihat dari kualitas aset yang terus mengalami perbaikan. Sehingga kami optimis masih memiliki landasan pacu yang optimal dalam bisnis kami di 2025 dan tahun-tahun mendatang," ucap Ida Bagus.
Baca Juga
Naik 21%, Dirut Bank Raya (AGRO) Ungkap Aplikasi Raya Apps Tembus 1 Juta Pengguna
Perbaikan kinerja keuangan di tahun 2024 terlihat dari pertumbuhan positif outstanding total kredit sebesar 3,4% yoy menjadi sebesar Rp 7,13 triliun. Komitmen Perseroan untuk memperkuat bisnis digital juga terlihat dari peningkatan penyaluran kredit digital selama tahun 2024 menjadi tumbuh 88,9% yoy menjadi Rp 20,57 triliun.
"Hal ini mendorong outstanding kredit bisnis digital Bank mencapai Rp2,29 triliun atau bertumbuh 81,6% yoy. Di sisi lain, digital saving menjadi sebesar Rp 1,32 triliun tumbuh signifikan sebesar 57,2% yoy," ujarnya.
Pertumbuhan kredit yang berkualitas mendorong Total Aset Bank Raya menjadi Rp 13,13 triliun meningkat 5,5% (yoy). Perseroan juga berhasil menjaga rasio likuiditas pada level yang aman dimana rasio LDR tercatat 87,62%, serta rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) dan Rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 160,27% diatas ketentuan minimum sebesar 100%.
Selain itu dari sisi permodalan, Perseroan masih memiliki modal yang kuat terlihat dari rasio Total CAR sebesar 44,29% dan rasio Tier 1 CAR sebesar 43,46% yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Perseroan kedepan. Per akhir tahun 2024, Rasio NPL gross mengalami perbaikan sebesar 118bps menjadi sebesar 3,22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 4,40%, sejalan dengan NPL net yang terus membaik menjadi sebesar 1,20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 1,51%.
Selain itu, NPL Coverage Bank Raya pada akhir tahun 2024 juga semakin kuat tercatat sebesar 455,46% meningkat 159bps dari 296,14% pada akhir tahun 2023. "Peningkatan laba dan kinerja keuangan menunjukkan transformasi digital dan strategi pengembangan produk yang dilakukan Bank Raya telah mampu mendorong Bank Raya ke arah pertumbuhan yang profitable, sehat dan berkelanjutan," tuturnya.
Baca Juga

