OJK: Potensi Terus Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik oleh Multifinance Capai Rp 16,63 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan dari kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dari perusahaan pembiayaan atau multifinance terus meningkat, dengan total mencapai Rp 16,63 triliun per Desember 2024.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, jumlah tersebut setara dengan 3,31% dari total piutang pembiayaan yang disalurkan industri multifinance.
“Dengan melihat perkembangan tersebut serta dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, pembiayaan kendaraan listrik ke depan diproyeksikan masih memiliki potensi yang besar untuk terus ditingkatkan,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Februari 2025, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga
Di WEF Davos, Anindya Bakrie Ungkap Peluang Indonesia Menjadi Pemain Penting Kendaraan Listrik
Selain itu, Agusman juga berharap dengan potensi kendaraan listrik yang masih terbuka lebar, juga bisa berkontribusi dalam mendorong percepatan untuk terbentuknya ekosistem pembiayaan hijau atau green financing di Indonesia.
Setali tiga uang, pemerintah Indonesia telah memberikan berbagai insentif untuk mendorong adopsi kendaraan listrik, termasuk subsidi pembelian, keringanan pajak, serta pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Baca Juga
Kendaraan Listrik China Banjiri Pasar Indonesia, Ternyata Gara-gara Ini

