Tumbuh 19,5%, BCA Syariah Cetak Laba Rp 183,7 Miliar di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatatkan kinerja positif hingga penghujung 2024. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih yang tumbuh 19,5%, dari Rp 153,8 miliar di 2023 menjadi Rp 183,7 miliar.
“Alhamdulillah BCA Syariah melewati 2024 dengan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen risiko yang baik,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, di Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Naiknya laba BCA Syariah, lanjut dia, salah satunya ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dari total pembiayaan yang tumbuh 18,9%, dari Rp 9,01 triliun pada 2023 menjadi Rp 10,72 triliun di tahun lalu.
“Penyaluran pembiayaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tercermin dari non performing financing (NPF) gross yang terjaga di posisi 1,54%,” kata Yuli.
Baca Juga
Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah, BCA Syariah Hadir di BCA Expoversary 2025
Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, semua segmen pembiayaan BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan, misalnya segmen komersial yang naik 17% secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,46 triliun, pembiayaan di segmen usaha mikro kecil dan menengah yang tumbuh 0,3% (yoy) menjadi Rp 1,82 triliun, serta pembiayaan konsumer.
Menurutnya, jika dilihat secara pertumbuhan, pembiayaan konsumer yang meliputi KPR iB, KKB iB, dan Emas iB tumbuh paling tinggi mencapai 74,7% (yoy). “Pencapaian ini didorong oleh berbagai kegiatan inklusi dan literasi yang bertujuan untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap manfaat pembiayaan konsumer di BCA Syariah,” ucap Pranata.
Ia melanjutkan, di antara produk konsumer BCA Syariah, pembiayaan Emas iB tumbuh paling tinggi sebesar 198,6% (yoy) mencapai Rp 153 miliar, diikuti oleh pembiayaan KPR iB yang tumbuh 73,4% (yoy) mencapai Rp 1,2 triliun.
“Untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pembiayaan Emas iB, kami telah mengembangkan pengajuan pembiayaan emas via online di mobile banking BSya,” ujar Pranata.
BSya (bi-sya) adalah mobile banking dari BCA Syariah yang memiliki berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan transaksi finasial dan kebutuhan ibadah.
Baca Juga
BCA Syariah Raup Laba Rp 164,9 Miliar, Tumbuh 16,7% per November 2024
Lalu dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan 20,3% (yoy) menjadi Rp 13,18 triliun di 2024. Naiknya tabungan dan giro masing-masing sebesar 21% dan 17,9% membuat perolehan dana murah atau current account and saving account (CASA) BCA Syariah tumbuh 19,4% menjadi Rp 4,98 triliun di 2024.
“BCA Syariah mampu menjaga komposisi CASA di 2024 sebesar 37,8% terhadap DPK,” kata Pranata.
Di sisi bersamaan, bank juga mampu menjaga efisiensi aktivitas operasional, yang tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang berada di level 79%. Sementara rasio pinjaman terhadap simpanan atau financing to deposit ratio (FDR) pada 81,3%, yang mencerminkan aktivitas penghimpunan dan penyaluran pembiayaan yang berimbang.
“Per Desember 2024, aset BCA Syariah tumbuh 15% (yoy) menjadi Rp 16,6 triliun,” ucap Pranata.

