Kerap Terjebak Utang Digital, Generasi Muda Wajib Dibekali Literasi Keuangan Syariah
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini transaksi keuangan didominasi oleh generasi muda, terutama gen Z. Sayangnya, mereka paling banyak terjebak utang digital sehingga penting dilakukan literasi keuangan.
"Gen Z saat ini mendominasi transaksi keuangan, sayangnya mereka juga menjadi kelompok terbesar yang terjebak dalam utang digital," kata Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah sekaligus Plt Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa dalam acara "Optimalisasi Keuangan Syariah: Solusi Mahasiswa Cerdas Finansial" yang digelar Warta Ekonomi, dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga
Dorong Inklusi Keuangan Syariah, Bank Muamalat Gelar Literasi Bertajuk Muamalah Master Class
Oleh karena itu, kata dia, literasi keuangan syariah sangat diperlukan agar mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang memahami keuangan syariah, diharapkan dapat mengelola keuangan lebih bijak serta berperan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Tanah Air.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2024, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan berada di 75,02%. Kendati demikian, literasi keuangan syariah masih tergolong rendah, hanya 39,11%, dengan tingkat inklusi keuangan syariah sebesar 12,88%. Padahal, dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, seharusnya potensi pengembangan ekonomi syariah sangat besar.
Sementara itu, Plt Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Arief Wibisono Lubis menyebutkan, kampus mendukung literasi keuangan syariah. "FEB UI memiliki program studi khusus, seperti ilmu ekonomi Islam dan bisnis Islam, serta pusat riset ekonomi dan bisnis syariah. Hal ini menunjukkan dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia," ujar Arief.
Baca Juga
BSI Andalkan Digitalisasi untuk Perkuat Penetrasi Keuangan Syariah
Dalam acara itu juga dibahas strategi cerdas mengelola keuangan berbasis syariah, pentingnya memahami produk keuangan syariah, serta perencanaan keuangan bijak sehingga meningkatkan kesejahteraan generasi muda di masa depan.
Dalam acara ini, hadir pakar dan praktisi keuangan syariah, seperti Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk Koko Tjatur Rahmadi, Direktur Bisnis PT Bank KB Bukopin Syariah Agus Suhendro, serta Direktur PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia Vinny Rika Anwar.

