Cegah Fraud, Industri Asuransi Perlu Bentuk Tim Khusus Klaim Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Praktisi asuransi, Andreas Freddy Pieloor mengungkapkan, industri asuransi perlu membentuk sebuah tim khusus yang berfokus menangani klaim kesehatan yang trennya terus meningkat.
“Coba bikinkan suatu konsorsium, kemudian setelah itu tunjuk satu, bikin tim untuk mengkaji apa jenis-jenis (klaim kesehatan benar adanya). Kan mereka punya dokter juga di perusahaan asuransi, untuk mengkaji apakah klaim-klaim ini sudah sepantasnya (dibayar),” kata Andreas kepada investortrust.id di Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga
Tren Biaya Kesehatan Meningkat, Ini Tips Bagi Pemilik Polis Asuransi Kesehatan
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan, hingga kuartal III-2023, total klaim kesehatan life insurance meningkat 32,94% menjadi Rp 15,24 triliun.
Setali tiga uang, asuransi kerugian juga menorehkan hal yang sama. Per kuartal III-2023, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, lini asuransi kesehatan naik 14,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 5,30 triliun.
Selain karena kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan proteksi kesehatan yang meningkat, menurut Andreas Freddy Pieloor, naiknya klaim kesehatan bisa terjadi akibat ulah sejumlah oknum yang memanfaatkan momentum ini.
“Memang kadang ada rumah sakit (RS) yang nakal. Entah dokternya, pemilik RS, TPA (third party administration)-nya yang nakal. Karena semakin banyak yang klaim kan semakin besar fee-nya,” terang Freddy.
Baca Juga
Catat! Pasarkan Asuransi Kredit, Modal Minimal Harus Rp 250 Miliar
Karena itu, kata dia, pembentukan tim khusus yang menangani lini asuransi kesehatan bertujuan mencegah potensi penipuan atau kejahatan (fraud) yang mungkin terjadi ke depan. Soalnya, peran tim ini sangat diperlukan untuk menjaga dan mengawasi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau nanti misalnya ditemukan kejanggalan-kejanggalan, dipanggil itu TPA dan RS-nya oleh dokter-dokter yang ada dalam konsorsium tadi untuk minta pertanggung jawaban,” jelas dia.

