Tumbuh 3,96%, Laba BRI Tembus Rp 50 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari perolehan laba tahun berjalannya yang tumbuh 3,96%, dari Rp 48,10 triliun pada November 2023 menjadi Rp 50 triliun di periode yang sama tahun ini.
Melirik laporan keuangan publikasi perseroan, kenaikan laba beberapa diantaranya ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun.
Hingga November 2024, total kredit BRI tembus Rp 1.219,21 triliun, tumbuh 4,99% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.161,22 triliun. Sementara dari sisi DPK, tumbuh 6,95% dari Rp 1.296,54 triliun pada November 2023 menjadi Rp 1.386,71 triliun di periode yang sama tahun ini.
Baca Juga
Rumah BUMN BRI Pekalongan Berhasil Dampingi 1.000 UMKM Naik Kelas
Dari total DPK tersebut, mayoritasnya dikontribusi oleh dana murah atau current account saving account (CASA) yang memiliki pangsa 75,03%. Jika dilihat dari sisi pertumbuhan, CASA BRI naik 10,79%, dari Rp 825,70 triliun pada November 2023 menjadi Rp 914,83 triliun di periode yang sama tahun ini.
Tabungan masih mendominasi CASA BRI dengan market share 58,51%, sementara sisanya berasal dari giro sebesar 41,49%. Tabungan BRI naik 3,95% secara year on year (yoy) menjadi Rp 535,28 triliun. Lalu untuk giro sebesar Rp 379,55 triliun atau tumbuh 22,14% (yoy) per November 2024.
Sementara dari sisi dana mahal yakni deposito, mencatatkan pertumbuhan 0,22%, dari Rp 470,84 triliun pada November 2023 menjadi Rp 471,88 triliun di periode yang sama di tahun ini.
Baca Juga
Naiknya laba bank berkode saham BBRI ini juga didorong oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 100,88 triliun per November 2024, tumbuh 1,31% dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp 99,57 triliun.
Lalu, pendapatan berbasis komisi atau fee based income bank pelat merah ini juga tumbuh 9,66%, dari Rp 18,55 triliun pada November 2023 menjadi Rp 20,35 triliun di periode yang sama tahun ini.

