Dukung UMKM Jawa Tengah, Netzme Hadirkan Sentra UMKM di Surakarta
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam adopsi quick response Indonesian code standard (QRIS), perusahaan jasa pembayaran PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) menggelar Sentra QRIS UMKM di Surakarta, Jawa Tengah (15/11/2024).
CEO Netzme Vicky G Saputra mengungkapkan, sentra ini akan berfungsi sebagai pusat edukasi dan solusi QRIS yang aman bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadi Hub Netzme untuk wilayah Jawa Tengah agar bisa berkolaborasi dengan lebih banyak lagi stakeholder di bidang pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
Sentra QRIS UMKM bersama Netzme ini, lanjut Vicky, hadir untuk membantu pelaku UMKM memahami pentingnya keamanan dalam transaksi digital melalui berbagai program pelatihan, sosialisasi, serta edukasi dan kolaborasi dengan berbagai paguyuban UMKM.
”Juga untuk pembekalan lagi bagi UMKM khususnya terkait solusi melindungi bisnis dari risiko penipuan QRIS,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (16/11/2024).
Vicky menambahkan, digitalisasi di Jawa Tengah berkembang sangat pesat, dan pihaknya hadir untuk mendukung pemerintah daerah, regulator, dan organisasi pendukung UMKM serta stakeholder lainnya agar pelaku usaha bisa memanfaatkan QRIS secara lebih maksimal untuk mengembangkan bisnis mereka.
”Kami ingin memastikan bahwa UMKM dapat menikmati manfaat QRIS tanpa khawatir akan risiko penipuan yang belakangan ini cukup marak,” katanya.
Menurut Vicky, pihaknya telah merilis QRIS Soundbox Netzme, teknologi yang dirancang khusus untuk UMKM agar menerima notifikasi suara dan tampilan nominal langsung saat transaksi penerimaan pembayaran QRIS-nya sukses.
“Dengan solusi yang kami tawarkan, diharapkan UMKM akan semakin percaya diri dalam menggunakan QRIS secara berkelanjutan untuk kemajuan usaha mereka,” ucap dia.
Sementara itu, Perwakilan Manajemen Internal Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kota Solo Hapsari,menyatakan apresiasi atas peluncuran Sentra QRIS UMKM Hub di Solo. Hal ini mencerminkan sinergi antara BI dan penyelenggara jasa pembayaran untuk mendorong akselerasi digitalisasi.
“Diharapkan, kolaborasi ini dapat meningkatkan literasi keuangan dan inklusi digital di masyarakat, serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional dan global,” ujarnya.
Baca Juga

