CIMB Niaga Harap Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran Dongkrak Penyaluran KPR
BOGOR, investortrust.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berharap program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat meningkatkan jumlah penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR).
Hal itu diungkapkan Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi saat ditemui dalam acara CIMB Niaga Jurnalisme Inspiratif: Journalist Class & Workshop di Learning Center Bumi CIMB Niaga, Gunung Geulis, Bogor, Kamis (24/10/2024).
“Ketika bicara dengan developer kelihatannya mereka juga sudah bersiap untuk pertumbuhan yang lebih besar di tahun depan, tentunya mendukung wacana untuk pemerintah untuk 3 juta rumah dengan KPR,” ujar Noviady.
Noviady menjelaskan, kondisi sektor properti dan otomotif diprediksi akan menguat pada tahun 2025. Oleh karena itu, untuk menyambut tren positif ini, CIMB Niaga pun mempersiapkan strategi pemasaran, baik di kota-kota besar yang selama ini menjadi fokus CIMB Niaga maupun di kota-kota yang saat ini sedang berkembang (secondary cities).
"Ada satu yang di kota besar, tentunya akan kita lanjutkan dengan developer–developer ternama. Kita juga punya kerja sama dengan semua developer besar di kota-kota besar. Tetapi kita juga punya fokus tambahan, yakni pertumbuhan diharapkan akan lebih cepat itu justru di secondary cities. Jumlahnya ada 16 kota dan kami akan tingkatkan menjadi 30 kota," ungkap Noviady.
Lebih lanjut, Noviady menyebut, pertumbuhan pembelian rumah dan penyaluran KPR di sejumlah secondary cities naik double digit, seperti di Malang dan Solo.
“Kami akan reaktivasi secara lebih agresif terkait dengan marketing event, dengan macam-macam kegiatan,” pungkas Noviady.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengeklaim program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pria yang merupakan adik kandung Prabowo itu menyebut kontribusi sektor perumahan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, program tersebut diyakini akan membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Dari perumahan, kami sudah hitung bisa tambah 1,1%—1,5% terhadap pertumbuhan ekonomi. Perumahan berkontribusi sekitar 14% dari GDP (gross domestic product atau produk domestik bruto) kita,” katanya di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rabu (23/10/2024).

