Laba BCA Tembus Rp 41,1 Triliun di Kuartal III 2024, Naik 12,8%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA pada hari ini, Rabu (23/10/2024) merilis kinerja keuangan untuk sembilan bulan pertama alias kuartal III tahun 2024. BCA dan entitas anak mencatatkan laba bersih sebesar Rp 41,1 triliun triliun pada kuartal III 2024 atau tumbuh 12,8% secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga
BCA Gandeng Bahana TCW Tawarkan Reksa Dana BIPA35, Ada Cashback hingga Rp 7,5 Juta
Bank swasta nasional terbesar di Indonesia tersebut mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 877 triliun pada kuartal III 2024. Jumlah tersebut naik 14,5% secara tahunan atau year on year (YoY). Pertumbuhan kredit yang solid diikuti dengan terjaganya kualitas pembiayaan perseroan. Rasio loan at risk (LAR) mencapai 6,1% per September 2024, membaik dari posisi setahun lalu di angka 7,9% dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di tingkat yang terjaga 2,1%. Pencadangan NPL dan LAR pada tingkat yang memadai, masing-masing 193,9% dan 73,5%.
Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 3,4% YoY menyentuh Rp 1.125 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi sekitar 82% dari total DPK, tumbuh 5,2% mencapai Rp 915 triliun. Terjaganya pertumbuhan CASA selaras dengan peningkatan total frekuensi transaksi BCA sebesar 21% YoY mencapai 26 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2024.
Di sisi lain frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking mencapai 23 miliar, naik 24% YoY. Jumlah nasabah yang menggunakan BCA Mobile mencapai lebih dari 31 juta. Sementara itu, pengguna myBCA tumbuh 8 kali dalam 2 tahun terakhir menjadi lebih dari 6 juta. Sedangkan secara keseluruhan jumlah rekening nasabah sekitar 40 juta dengan total frekuensi transaksi sebanyak 26 miliar atau 21% lebih tinggi YoY.
Baca Juga
Tumbuh 14,5%, Penyaluran Kredit BCA Capai Rp 877 Triliun di Kuartal III 2024
Dari sisi pendapatan bunga bersih (net interest income/NII), BCA juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,5% YoY mencapai Rp 61,1 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2024. Pendapatan selain bunga naik 13,5% YoY menjadi Rp 19,0 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 7,0% YoY. Total pendapatan operasional mencapai Rp 80,1 triliun, naik 10,4% YoY.
Sebelumnya, konsensus analis memperkirakan BCA meraih pendapatan sebesar Rp 72,42 triliun pada kuartal III 2024. Pendapatan ini naik 7,04% dibandingkan kuartal III 2023 yang sebesar Rp 72,33 triliun. Akumulasi laba bersih BCA lantas diperkirakan menjadi Rp 40,47 triliun, naik 11,11% dibandingkan dengan kuartal III 2023 sebesar Rp 36,42 triliun.
Seiring kenaikan laba BCA, harga saham BBCA pada penutupan perdagangan Rabu (23/10/2024) terapresiasi 1,43% atau 150 poin ke posisi Rp 10.650 per lembar.

