IFG: Medical Advisory Board Sangat Penting untuk Perbaiki Ekosistem Asuransi
JAKARTA, investortrust.id - Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG) menilai, kehadiran medical advisory board (MAB) sangat penting bagi industri asuransi sebagai upaya menekan tingginya klaim kesehatan yang terjadi saat ini.
“Kalau berdasarkan apa yang kami kaji tentu sangat dibutuhkan. Karena dari situ akan memberikan semacam mediator terhadap ekosistem yang lebih objektif,” ujar Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim K Rohman, menjawab pertanyaan investortrust.id, Selasa (15/10/2024).
Dengan pembentukan MAB ini, di satu sisi perusahaan asuransi diharapkan dapat memberi pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan di sisi lain juga menyeragamkan (pareto optimum) berbagai hal, salah satunya dari segi pricing.
Baca Juga
IFG Sebut Skema Managed Care Bisa Tekan Klaim Rasio Asuransi Kesehatan
“Karena ini kan aktornya banyak, ada pemerintah yang memberikan skema JKN (misalnya), ada individu, ada perusahaan asuransi, ada rumah sakit, atau dokter, dan lainnya,” kata Ibrahim.
Masing-masing pihak, lanjut dia, memang sebisa mungkin harus mencapai optimalitas. Karena pareto merupakan suatu kondisi yang tidak melukai orang lain.
Baca Juga
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perusahaan-perusahaan asuransi untuk membentuk MAB. Hal ini sebagai upaya regulator dalam memperbaiki ekosistem asuransi kesehatan.
Seperti diketahui, industri asuransi, baik jiwa dan umum mencatatkan kenaikan klaim kesehatan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, klaim kesehatan di industri asuransi jiwa naik 26% secara year on year (yoy) menjadi Rp 11,83 triliun pada semester I 2024.
Sementara menurut data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), klaim kesehatan di industri asuransi umum tumbuh 11,8% (yoy) menjadi Rp 3,41 triliun di periode yang sama tahun ini.

