BCA Syariah Bidik Segmen Wealth Management di 2026, Apa Alasannya?
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah nasabah tajir di Indonesia terus bertambah dan diprediksi akan semakin meningkat ke depannya. Melihat potensi besar tersebut, BCA Syariah akan ekspansi ke bisnis wealth management pada 2026 mendatang.
“Sejauh ini kita masih belum ke sana (wealth management), mungkin dalam dua tahun ke depan (2026),” ujar Direktur BCA Syariah Pranata, saat ditemui wartawan, Senin (7/10/2024).
Karena menurutnya, dalam rencana bisnis bank (RBB) BCA Syariah, baik di tahun ini maupun tahun depan, pihaknya masih belum akan berfokus untuk ekspansi bisnis di segmen wealth management.
“Tapi tentu kita sedang terus jajaki, karena induk kita (BCA) pun sudah kuat di wealth management-nya,” kata Pranata.
Baca Juga
Meski begitu, ia melihat bisnis wealth management di industri perbankan khususnya syariah masih tetap prospektif ke depannya. Karena, jumlah segmen kelas menengah saat ini semakin banyak, ditambah segmen yang naik kelas juga tidak sedikit. Sehingga potensinya sangat baik.
“Itu yang kita lihat dari data kita yang ada di induk kita. Jadi secara potensi sebenarnya cukup besar, namun BCA Syariah secara internal masih memprioritaskan produk-roduk yang (ada) saat ini seperti seperti konsumer, kemudian produk seperti pembiayaan untuk produktif itu yang masih utama,” ucap Pranata.
Baca Juga
BCA Syariah Beberkan Strategi Gaet Nasabah Milenial dan Gen Z
“Mungkin tahap berikutnya kita akan menyasar untuk wealth management,” lanjut dia.
Meningkatnya jumlah nasabah tajir, bisa juga tercermin dari nominal simpanan di atas Rp 2 miliar yang mengalami kenaikan. Per April 2024, jumlah simpanan di atas Rp 2 miliar tumbuh 10,11% secara year on year (yoy) menjadi Rp 5.381 triliun.

