Simak Strategi Bank Mandiri Capai Target Pertumbuhan Kredit 18% di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan kinerja keuangan yang mencatatkan hasil positif di semester I 2024, PT Bank Mandiri Tbk menargetkan penyaluran kredit di akhir tahun ini mampu tumbuh hingga 18% secara tahunan. Untuk mencapai hal tersebut, salah satu upaya yang akan dilakukan bank berkode saham BMRI ini adalah mendorong bisnis wholesale.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengungkapkan, secara umum pihaknya sangat optimistis akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang baik di sisa paruh kedua tahun ini.
“Di mana ekspektasi kami di akhir tahun 2024 nanti pertumbuhan kredit secara konsolidasi masih berada di kisaran yang guidance yang kita sampaikan yaitu 16-18% secara year on year (yoy),” ujarnya, dalam Public Expose Live 2024, secara virtual, Selasa (27/8/2024).
Baca Juga
Bank Mandiri Bocorkan Kisi-kisi Porsi Pembagian Dividen dari Laba 2024
Dikatakan Sigit, pihaknya memiliki sejumlah strategi untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Salah satunya yaitu fokus untuk meningkatkan dominasi atau berupaya untuk menguasai pangsa pasar pada bisnis nasabah principle atau wholesale, yang pertumbuhannya akan didorong berdasarkan ekosistem driven growth.
“Serta sektor unggulan di wilayah untuk segmen ritel-ritelnya,” katanya.
Baca Juga
Bank Mandiri Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pekeja Migran di Johor Bahru
Sekedar informasi, hingga semester I 2024 Bank Mandiri mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20,5% secara tahunan menjadi Rp 1.532 triliun. Naiknya kredit, turut dibarengi dengan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) Bank Mandiri secara konsolidasi yang terjaga dengan baik di level 1,16%. Bahkan, angka ini turun 48 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara dari sisi likuiditas, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga meningkat 15,4% yoy menjadi Rp 1.651 triliun di semester I 2024. Dari total DPK, porsi dana murah atau current account saving account (CASA) secara bank only masih mendominasi dengan market share sebesar 79,7%. Besaran ini naik 1,47 percentage points (pts).

