Tumbuh 27,02%, Laba CIMB Niaga Capai Rp 8,36 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 27,02%, dari Rp 6,58 triliun pada 2022 menjadi Rp 8,36 triliun di tahun lalu. Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang juga meningkat.
”Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan profit, seperti yang terlihat pada peningkatan laba sebelum pajak yang mencapai Rp 8,36 triliun atau tertinggi hingga saat ini,” ujar Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (8/3/2024).
Dari sisi penyaluran kredit, CIMB Niaga berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 8,52% dari Rp 196,61 triliun pada 2022 menjadi Rp 213,37 di tahun lalu. Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh bisnis corporate banking yang tumbuh 11,7%, diikuti small medium enterprise (SME) yang naik 9,5%, dan kenaikan bisnis consumer banking 6,9%.
Baca Juga
Hal yang sama juga terjadi dari sisi penghimpunan DPK yang tumbuh 3,82% dari Rp 227,19 triliun menjadi Rp 235,86 triliun. Dari total DPK tersebut, mayoritasnya atau 63,9% ditopang oleh dana murah atau current account and savings account (CASA).
“Penting untuk digarisbawahi adalah perbaikan dalam kualitas aset, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan signifikan pada rasio kredit bermasalah (gross non performing loan/NPL) yang turun dari 2,8% pada 2022 menjadi 2,0% di 2023,” kata LaniDarmawan.
Kemudian dari segi permodalan dan likuiditas, lanjutnya, terjaga solid dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) masing-masing berada di level 24,0% dan 89,3%.
Baca Juga
CIMB Niaga (BNGA) akan Buy Back 202 Ribu Saham, Cek Jadwalnya
“Kami juga telah berhasil mencapai sejumlah perkembangan signifikan pada 2023, termasuk mencatat pembiayaan kredit berwawasan lingkungan hidup sebesar Rp 55,45 triliun atau 25,97% dari keseluruhan pembiayaan kami,” pungkas LaniDarmawan.

