Selama Masa Peralihan Mandiri Inhealth ke IFG Life, Bank Mandiri Pastikan Layanan Nasabah Berjalan Baik
JAKARTA, investortrust.id - Akhir Juni lalu Bank Mandiri resmi melepas 60% kepemilikan sahamnya di Mandiri Inhealth kepada IFG Life. Selama masa peralihan ini, Bank Mandiri memastikan pelayanan kepada nasabah tidak akan tersendat.
“Kami sebagai pemegang saham minoritas tentu akan memastikan pelayanan kepada nasabah terus berjalan dengan baik, dan kami tetap akan memberikan dukungan penuh kepada Mandiri Inhealth,” ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo, dalam paparan kinerja semester I 2024 Bank Mandiri secara virtual, Rabu (31/7/2024).
Menurutnya, divestasi atas Mandiri Inhealth merupakan bagian dari rencana besar pemerintah sebagai pemegang saham pengendali Bank Mandiri untuk memperkuat industri asuransi nasional yang rencananya akan dikonsolidasikan di bawah Indonesia Financial Group (IFG).
Baca Juga
IFG Life Ungkap Strategi Bisnis Pasca Akuisisi Mandiri Inhealth
Seperti diketahui, pada 26 Juni 2024, Bank Mandiri secara resmi telah menyelesaikan transaksi untuk melepas kepemilikan atas 60% saham pada Mandiri Inhealth kepada IFG Life. Alhasil, saat ini IFG Life menggenggam 80% kepemilikan saham di Mandiri Inhealth.
“Sehingga porsi kepemilikan saham Bank Mandiri di Mandiri Inhealth saat ini tinggal 20%,” ujar Sigit.
Baca Juga
Sementara itu, pada saat penyelesaian akuisisi Mandiri Inhealth, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, langkah ini bertujuan untuk mendorong porsi IFG Life sebagai pemimpin di industri asuransi jiwa dan kesehatan berbasis proteksi di Indonesia.
“Kementerian BUMN berharap akuisisi ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis IFG melalui IFG Life di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia, khususnya di ekosistem BUMN,” ucapnya.

