Transformasi Jadi Bank Digital, Jumlah Nasabah Bank Saqu Tembus 1 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Jasa Jakarta atau Bank Saqu fokus bertransformasi menjadi bank digital, sejak resmi diakuisisi oleh Astra Financial dan WeLab pada medio 2022. Sejak jadi bank digital, jumlah nasabah Bank Saqu terus mengalami lonjakan signifikan hingga saat ini.
Presiden Direktur Bank Saqu Leo Koesmanto mengungkapkan, sebelum diakuisisi oleh kedua entitas tersebut, PT Bank Jasa Jakarta hanya memiliki 17.000 nasabah. Namun sekarang jumlah nasabahnya telah tembus lebih dari satu juta nasabah.
Baca Juga
Hadir di GIIAS 2024, Bank Saqu Tawarkan Solusi Beli Mobil Impian
“Kami punya 17.000 nasabah sebelumnya, namun sejak kami mengeluarkan produk digital di bulan November tahun 2023, dalam enam bulan itu kami sudah mencapai satu juta customer,” ujarnya, dalam acara Investortrust Power Talk, bertema Big Data & AI: Era Baru Membangun Ekosistem Perbankan Digital, yang digelar di Financial Hall Graha CIMB Niaga, Kamis (25/7/2024).
Selain itu, lanjut Leo, berkah lainnya juga muncul dari sisi lapangan kerja. Sebelum akuisisi oleh Astra Financial dan WeLab, jumlah karyawan Bank Saqu hanya 200 orang. Namun sekarang jumlahnya mencapai 400 karyawan.
“Ini benar-benar start up mode dari waktu awal itu saya perlu men-develop digital capability, digital resources, dan digital infrastructure dalam dua tahun terakhir. Sehingga saat ini kami memiliki sekitar 400 karyawan,” katanya.
Presiden Direktur Bank Jasa Jakarta, Leo Koesmanto menjadi salah satu pembicara pada acara Investortrust Power Talk Financial Series dengan tema "Big Data & AI Era Baru Membangun Ekosistem Perbankan Digital" di Jakarta, Kamis, (25/7/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sangat beruntung, karena Bank Jasa Jakarta mendapat support dari dua shareholder yang sangat kuat di bidangnya.
Dikatakan dia, salah satu visi dari Bank Saqu ke depan adalah transformasi di bidang perbankan, dengan mendorong untuk menjadi the best bank dengan layanan digital yang kuat di Indonesia.
“Dengan (menerapkan) dua pilar yaitu retail personal bank dan juga ingin ke arah SME (small, medium, and enterprise) atau relationship banking ke depannya dengan memanfaatkan kekuatan dua shareholders kami,” kata Leo Koesmanto.
Baca Juga
Bank Saqu Dukung Indonesia Kembali Menabung lewat Fitur Tabungmatic

