Rerata CAR Perbankan Indonesia Bisa Turun ke bawah 25%
JAKARTA, investortrust.id - Consumer and Retail Business Expert sekaligus Ketua Kadin untuk Portugal dan Spanyol Irman Zahiruddin memproyeksikan bahwa tingkat kecukupan modal (capital adequency rasio/CAR) perbankan di Indonesia bisa bergerak ke bawah 25%.
“Jadi, kita expect CAR itu nanti akhir tahun dia turun lagi tidak di 25%,” ujar Irman di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2024).
Potensi penurunan modal tersebut merupakan konsekuensi yang harus dihadapi oleh perbankan ketika tingkat kucuran kredit terus bertumbuh namun tidak diimbangi oleh peningkatan angka dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah. Potensi stagnannya dana simpanan nasabah atau DPK, menurut Irman merupakan akibat penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga
OJK: Volatilitas Rupiah Relatif Tak Signifikan Pengaruhi Permodalan Bank, Likuiditas Memadai
“Sekarang banyak perusahaan harus mengurangi jumlah karyawan, beberapa perusahaan tekstil tutup. Sekarang orang harus memikirkan untuk kebutuhan sehari-hari, potensi untuk menyisihkan tabungan jadi berkurang,” kata Irman.
“Nah saat dana simpanan berkurang sementara tingkat kredit meningkat, bank terpaksa harus menggunakan modalnya untuk menambah potensi pertumbuhan kredit. Sehingga rata-rata CAR bank bisa mengalami penurunan,” tutur Irman.
Menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perbankan mencatatakan kredit melanjutkan catatan double digit growth sebesar 13,09 % (yoy) menjadi Rp7.310,7 triliun. Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,69 % yoy. Sementara itu, secara nominal yang terbesar adalah Kredit Modal Kerja yang mencapai sebesar Rp3.319,15 triliun
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif. Pada April 2024, DPK tercatat tumbuh sebesar 0,60% month to month atau meningkat sebesar 8,21% year on year (Maret 2024: 7,44% yoy) menjadi Rp8.653 triliun, dengan giro menjadi kontributor pertumbuhan terbesar yaitu 11,81% yoy.
Sedangkan, permodalan (CAR) perbankan masih di level yang relatif tinggi yaitu sebesar 25,99% pada April 2024.

