OJK Catat Literasi Keuangan Syariah Naik Empat Kali Lipat
JAKARTA, investortrust.id – Dalam survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, kenaikan indeks literasi keuangan syariah di Indonesia naik menjadi 39,11%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari mengatakan, khusus untuk literasi keuangan syariah hasilnya luar biasa mengagetkan sekali.
“Literasi yang secara tiga tahunan kita survei angkanya selalu di level 9%, alhamdulillah tahun lalu sudah mencapai 39,11%,” ujarnya, dalam acara Kick Off Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2024, di Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga
Begini Jurus JMA Syariah (JMAS) Genjot Pertumbuhan di Tengah Ketatnya Persaingan
Jika melihat data tahun-tahun sebelumnya, memang indeks literasi keuangan syariah nasional rata-rata berada di level 9%. Secara rinci, pada 2016, misalkan, indeks literasi keuangan nasional yaitu 8,1%, pada 2019 naik tipis menjadi 8,93%, lalu di 2022 menjadi 9,14%.
Kenaikan tersebut, menurut wanita yang akrab disapa Kiki ini, naik empat kali lipat lebih dan menjadi suatu capaian yang luar biasa, serta sangat menggembirakan. Namun begitu, yang saat ini perlu menjadi perhatian adalah tingkat inklusi keuangan syariah nasional yang masih belum bergerak.
“Jika membaca secara sederhana, misalnya dari 10 orang yang kita temui, empat orang sudah tahu produk jasa keuangan syariah, tapi belum menggunakannya,” katanya.
Baca Juga
Di Tengah Kondisi yang Terus Berubah, Perbankan Syariah Disebut Sukses Bertransformasi
Jika melihat data, indeks inklusi keuangan syariah memang menunjukan stagnansi. Pada 2016 contohnya, indeks inklusi berada d level 11,1%, lalu pada 2019 yaitu 9,1%, kemudian naik tipis menjadi 12,12% di 2022 dan di tahun lalu berada di angka 12,88%.
Menurut Kiki, tentunya ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Bagaimana bersama-sama dalam mengembangkan industri keuangan syariah yang kita banggakan saat ini.
“Bagaimana ini nanti kemudian menjadi semakin memberikan manfaat kepada umat dan bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” ucapnya.

