Dukung Green Financing, Bridgestone Indonesia Gunakan Produk Perbankan ESG Deposit
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengumumkan langkah korporasi menggunakan produk perbankan ESG Deposit dari PT Bank BTPN Tbk. Hal ini diklaim menjadi bagian dari upaya Bridgestone mendukung terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan (sustainable), sebagaimana tertuang dalam Bridgestone E8 Commitment.
Bridgestone E8 Commitment ESG Deposit merupakan deposito yang dialokasikan secara strategis pada inisiatif, proyek, dan kegiatan yang berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dalam koridor Environment, Social, and Governance (ESG).
Disampaikan President Director Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, langkah ini menjadi peran serta aktif Bridgestone turut berkontribusi pada proyek pembangunan berkelanjutan, secara aktif menunjukkan komitmen terhadap lingkungan rendah karbon dan berkelanjutan.
Baca Juga
Menkeu: European Investment Bank Tertarik Kolaborasi Pembiayaan Hijau dengan Indonesia
“Solusi keuangan ini merupakan bagian dari program perusahaan dalam mendukung upaya kami untuk mencapai netralitas karbon secara global pada 2050 mendatang sekaligus mendorong kami termotivasi untuk mendukung pemerintah Indonesia mencapai net zero emissions (NZE) pada 2060 mendatang atau lebih cepat,” ujar Mukiat Sutikno dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (11/6/2024).
Sementara itu, Nathan Christianto selaku Head of Wholesale, Commercial, and Transaction Banking Bank BTPN, dalam pernyataan persnya menyampaikan, penggunaan dana dari ESG Deposit nantinya akan dipergunakan untuk pendanaan inisiatif, proyek, dan kegiatan keberlanjutan baru dan atau sudah ada yang perlu didanai dan sesuai dengan kaidah yang diatur pada kerangka kerja ESG Deposit.
“Penggunaan dana juga secara transparan dapat diakses oleh nasabah. Untuk mengevaluasi pendanaan yang memiliki dampak sosial terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi, seperti penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan, infrastruktur dasar yang terjangkau, dan lain-lain,” kata Nathan.

