UUS BTN Raih Indonesia Best Domestic Islamic Bank
JAKARTA, investortrust.id – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih penghargaan Indonesia Best Domestic Islamic Bank pada ajang Euromoney Islamic Finance Award.
Direktur Consumer BTN, Hirwandi Gafar menyebut, BTN Syariah telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung perumahan berkelanjutan hingga meluncurkan inisiatif lingkungan dan tata kelola Perusahaan di tahun 2023.
“Penghargaan ini merupakan suatu pencapaian bagi BTN Syariah dalam proses transformasinya menjadi Bank Umum Syariah pada tahun 2025 mendatang,” kata Hirwandi Gafar dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5/2024).
Sementara Euromoney pada keterangan resminya menyebut, BTN dan BTN Syariah memainkan peran penting dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga
OJK Gelar Harvesting Gernas BBBI di Sumsel, Dorong UMKM Jadi Pilar Utama Perekonomian
Disebutkan, sebagai distributor utama KPR bersubsidi pemerintah di Indonesia, BTN memperoleh lebih dari 70% alokasi pemerintah, sehingga menambah kuota sebesar 167.346 unit atau sekitar Rp26 triliun pada tahun 2023.
Selain itu, di era digitalisasi, BTN mampu beradaptasi dengan menciptakan digital mortgage ecosystem yang komprehensif, dan melihat pertumbuhan yang mengesankan di seluruh saluran digitalnya, termasuk peningkatan pengguna aktif perbankan seluler sebesar 50% dari tahun ke tahun.
Kemudian, pertumbuhan sebesar 56% dalam pengajuan kredit pembiayaan perumahan (KPR) melalui situs web BTN Properti, termasuk aplikasi pendukungnya dengan peningkatan sebesar 55% dalam layanan digital proyek perumahan yang terdaftar.
Pada masa transisi sebagai BUS, BTN Syariah memperkuat pondasi bisnis dengan sejumlah strategi, khususnya dalam menurunkan kredit bermasalah, meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran kredit perumahan maupun kredit ke UMKM.
Baca Juga
Rilis Tiga Sales Center, BTN Incar Tambahan KPR Non Subsidi Rp 1,3 Triliun
Pondasi tersebut, tambah Hirwandi, tidak hanya akan memperkuat bisnis BTN Syariah ke depan tapi juga mendukung pemerintah dalam membangun perekonomian ekonomian syariah yang diproyeksikan BI dapat tumbuh sebesar 4,7-5,5% dan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah diproyeksikan berada pada kisaran 10-12% pada tahun 2024.
“Pada masa transformasi BTN Syariah sedang mengembangkan program keuangan syariah yang mendukung program ekonomi syariah yang masuk dalam program utama BI, seperti memperluas dan memperbesar porsi pembiayaan di luar KPR, diantaranya UMKM, dan program pasar keuangan syariah seperti penerbitan Sukuk Tapera perdana pada tahun 2023 lalu,” kata Hirwandi.
Sebagai catatan, BTN Syariah mencetak laba bersih senilai Rp 164,1 miliar pada kuartal I-2024. Angka tersebut tumbuh 56,1% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 105,1 miliar.
Kenaikan laba bersih ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 20 persen menjadi Rp39,1 triliun pada kuartal I 2024, dibandingkan dengan Rp 32,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara penghimpunan DPK BTN Syariah, yang mencapai 20,3% menjadi Rp 42,9 triliun. BTN Syariah juga membukukan peningkatan aset sebesar 17,9% yoy menjadi Rp 54,8 triliun pada kuartal I 2024, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 46,5 triliun.

