Badai Besar di Amerika Timur Berpotensi Timbulkan Kerugian Rp 3.195 Triliun, Harus Ditanggung Asuransi
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti Senior Department of Atmospheric Science at Colorado State University, Phil Klotzbach memperkirakan, Juni bulan depan akan terjadi musim badai besar di Florida dan sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) bagian Timur. Kerugian yang ditanggung asuransi ditaksir mencapai US$ 200 miliar atau setara Rp 3.195 triliun.
Melansir Insurance Journal, Rabu (22/5/2024), salah satu penyebab terjadinya badai besar adalah fenomena cuaca yang dikenal dengan El Nino. “Untuk asuransi, ada dampak yang besar tahun ini,” katanya.
Ketika badai besar melanda, lanjut Phil, kerusakan properti dan kerugian asuransi kemungkinan besar akan jauh lebih besar dibanding badai-badai yang terjadi sebelumnya.
Baca Juga
Dewan Asuransi Australia Dorong Mitigasi Risiko Penggunaan AI
Dia menjelaskan, bahwa badai dahsyat pernah melanda Florida dan Amerika Selatan pada 1926 yang menyebabkan kerugian sekitar US$ 80 juta atau setara Rp 1,27 triliun. “Jika badai yang sama melanda wilayah yang sama saat ini, kerugian dapat dengan mudah mencapai US$ 200 miliar,” ujarnya.
Menurut Phil, mitigasi risiko menjadi upaya terbaik untuk menghadapi risiko di masa yang akan datang. Contohnya, ketika badai Ian pada 2022 silam, rumah-rumah di barat daya Florida dibangun sesuai dengan peraturan pembangunan terbaru, khususnya rumah-rumah yang berada diatas garis gelombang dan banjir bernasib jauh lebih baik.
Baca Juga
KSEI Gandeng IFG Life, S-MULTIVEST Resmi Layani Perusahaan Asuransi
“Kami sangat yakin tahun ini kita akan melihat aktivitas badai jauh di atas normal,” ujar Phil.

