Bank Pembangunan Jerman KfW akan Terbitkan Obligasi Digital Berbasis Blockchain
JAKARTA, investortrust.id - Bank pembangunan dan investasi milik Jerman, yaitu Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) akan menerbitkan obligasi digital berbasis blockchain pertamanya. Hal ini menjadi menjadi tonggak penting bagi negara tersebut dalam adopsi teknologi kripto di sektor finansial.
Menurut laporan Bloomberg belum lama ini, seperti dilansir Bitcoinist, KfW telah berhasil menerbitkan obligasi digital sebagai jaminan pendaftaran pusat sesuai Undang-Undang Sekuritas Elektronik Jerman atau German Electronic Securities Act (eWpG).
Kemudian, bank tengah bersiap untuk mengambil langkah berikutnya dengan menawarkan obligasi berbasis blockchain untuk menarik banyak investor.
Baca Juga
Capres AS Robert F Kennedy Jr Mau Tempatkan Seluruh Anggaran Negara ke Blockchain
Mengutip Bitcoinist, Jumat (10/5/2024) Bendahara KfW, Tim Armbruster menyatakan optimistisnya mengenai manfaat digitalisasi dalam peningkatan efisiensi dan skalabilitas. Menyadari potensi dan manfaat, KfW mendorong teknologi blockchain untuk menyederhanakan dan meningkatkan proses penerbitan obligasi.
KfW berencana akan mengadakan diskusi bertahap dalam beberapa minggu sebagai persiapan untuk membiasakan investor institusi Eropa dengan transaksi yang akan datang. Tentunya ini akan memberi cukup waktu bagi investor untuk memahami dan mengevaluasi peluang dari obligasi berbasis blockchain.
Baca Juga
Waspada! Teknologi Blockchain Berpotensi Mendisrupsi Industri Asuransi
Meski penerbitan obligasi akan dilakukan dengan format digital, KfW akan terus memproses pembayaran menggunakan sistem pembayaran tradisional. Hal ini diharapkan akan selesai pada musim panas 2024
Langkah KfW ini mengikuti jejak JP Morgan, yang baru-baru ini merambah ke pasar kripto dengan menggunakan teknologi blockchain untuk menawarkan obligasi daerah kepada para investor. Hal ini mencerminkan meningkatnya pengakuan terhadap potensi blockchain untuk merevolusi keuangan tradisional.

