Avrist Assurance Cetak Kenaikan Laba Bersih 18,25% Jadi Rp 144,5 Miliar di 2023
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Avrist Assurance, Simon Imanto mengungkapkan tahun lalu pihaknya mampu mempertahankan kinerja keuangan yang sehat dan positif. Hal ini, tercermin dari laba bersih yang mencatatkan pertumbuhan double digit di 2023.
“Net profit (laba bersih) kita tumbuh dari Rp 122,2 miliar pada 2022 menjadi Rp 144,5 miliar di tahun lalu atau tumbuh double digit 18,25%,” ujarnya, di Jakarta, Senin (6/5/2024).
Kenaikan laba bersih ini, lanjut Simon, tak lepas dari strategi dan inovasi yang dilakukan Avrist dalam melakukan efisiensi bisnis operasional perusahaan di asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi pensiun, hingga asuransi kumpulan, baik tradisional maupun syariah.
Baca Juga
Lindungi Ekosistem Kawasan Pesisir, Industri Asuransi Tanam Mangrove di PIK
Menurutnya, Avrist menerapkan inisiatif strategis yang komprehensif dengan menetapkan pondasi untuk bertumbuh secara stabil, berkesinambungan melakukan tinjauan bisnis pada setiap kanal distribusi, menyediakan fasilitas penjualan yang otomatis berdasarkan informasi digital, serta penempatan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi.
Di kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Avrist Assurance, Ian Ferdinan Natapradja mengatakan, selain pertumbuhan laba bersih, rasio solvabilitas yang tercermin dari risk based capital (RBC) juga mengalami peningkatan dari 576,71% pada 2022 menjadi 612,66% di tahun lalu.
“Efisiensi beban menjadi kunci mempertahankan posisi keuangan yang sehat,” katanya.
Baca Juga
Bos OJK: Sektor Asuransi Catatkan Akumulasi Pendapatan Premi Cukup Baik di Maret 2024
Dikatakan Ian, efisiensi tersebut tercermin dari sisi opex (operating expenditure) atau pengeluaran untuk menjalankan bisnis yang turun dari Rp 241 miliar pada 2022 menjadi Rp 233 miliar di tahun lalu.
“Selama 2023 kami menjaga pengeluaran kami secara bijak dan kami berhasil menjalankan efisiensi dan efektivitas perusahaan dan demi untuk mengembangkan kepentingan bisnis kami. Opex kami turun -3,47% dan ini berdampak positif ke penambahan profit (laba) kita di 2023,” ucapnya.

