Capres AS Robert F Kennedy Jr Mau Tempatkan Seluruh Anggaran Negara ke Blockchain
Kandidat presiden AS Robert F Kennedy Jr berencana untuk menempatkan seluruh anggaran AS pada blockchain jika ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
Selama kampanye di Royal Oak Music Theater di Michigan baru-baru ini, Kennedy Jr. berkata dirinya akan menggunakan seluruh anggaran AS untuk blockchain. Menurutnya dengan blockchain, setiap orang Amerika dapat melihat setiap item anggaran di seluruh anggaran, kapan pun mereka mau, 24 jam sehari.
“Kita akan mendapatkan 300 juta perhatian dalam anggaran kita, dan jika seseorang menghabiskan US$ 16.000 untuk dudukan toilet, semua orang akan mengetahuinya,” kata Kennedy, dikutip dari Bitcoin.com, Senin (29/4/2024).
Kennedy Jr sering menyatakan komitmennya terhadap transparansi. Catherine Fitts, mantan Asisten Menteri Perumahan dan Komisaris Perumahan Federal AS di Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD), mengatakan pada bulan Januari bahwa RFK Jr. membawa transparansi ke tingkat yang benar-benar baru.
Baca Juga
Waspada! Teknologi Blockchain Berpotensi Mendisrupsi Industri Asuransi
Kandidat presiden yang pro-bitcoin memandang BTC sebagai bagian dari “mesin pencetak uang” bank sentral. Ia menyatakan bahwa bitcoin adalah “mata uang keras”. Alhasil ia menekankan pentingnya membuat aset kripto tersedia untuk publik Amerika.
“Kebebasan transaksional sama pentingnya dengan kebebasan berbicara dan Anda hanya mendapatkannya dari bitcoin,” ujarnya.
Kennedy Jr juga berulang kali mengatakan bahwa kripto sama dengan kebebasan. Pada bulan Maret, ia menyatakan bahwa asset kripto adalah lindung nilai terbaik terhadap inflasi. Ia pun menekankan bahwa kripto mengambil kendali dari pemerintah dan sistem perbankan monopoli.
Baca Juga
Kombinasi AI-Blockchain Jadi Tren Baru Memajukan Industri Pangan
Kennedy Jr. juga telah memperingatkan tentang mata uang digital bank sentral (CBDC). Ia bahkan mengatakan negara harus waspada karena CBDC adalah mekanisme utama pengawasan dan pengendalian sosial.
“Meskipun transaksi tunai bersifat anonim, CBDC akan memungkinkan pemerintah untuk mengawasi semua urusan keuangan pribadi kita,” ujarnya.

