Ternyata Ini Penyebab BRI Jadi Lebih Adaptif Mengikuti Perkembangan Teknologi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Digital & Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Arga M. Nugraha memberikan gambaran mengenai perjalanan transformasi digital dan teknologi BRI yang membuat kondisi bank dengan kode saham BBRI itu menjadi lebih serba guna atau versatile dan adaptif mengikuti perkembangan teknologi.
Menurut Arga, fase kecepatan perubahan teknologi merupakan suatu hal yang luar biasa, terlebih di tengah masyarakat yang sebelumnya sempat meghadapi pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat didorong untuk masuk ke digitalisasi.
"Semua orang seperti terpaksa masuk ke digitalisasi, kondisinya semua berubah. Nah, akhirnya apa? mau tidak mau kita sebagai organisasi atau sebuah bank apapun itu mungkin berhadapan dengan suatu kondisi yang berubah semakin cepat. Jarak dari krisis satu ke krisis lainnya itu makin cepat, terus tuntutan juga berubah, masyarakat juga sudah berubah, mau tidak mau harus berubah," ujar Arga dalam acara Diskusi Taman BRI yang bertajuk "Book Review: Maki ng the Giant Dannce" secara virtual di Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Lebih lanjut, Arga mengungkapkan, kondisi BRI menjadi lebih versatile dan adaptif juga tidak terlepas dari para pendahulu BRI sebelumnya yang telah menanamkan pondasi yang kokoh. Sehingga membuat BRI dapat beradaptasi dengan lebih cepat.
Baca Juga
Saham BBRI Anjlok di Tengah Kenaikan Laba, Analis Rekomendasikan Ini ke Investor
"Yang harus kita lakukan berikutnya adalah mengantisipasi sebetulnya. Jadi, dengan culture yang sudah kita punya ini kemudian jangan sampai luntur, bahwa kita harus tetap bisa mengurai masalah pada kondisi sesulit apapun. Kemudian memetakan, untuk bisa bergerak maju kedepan kita harus tahu posisinya dimana," jelasnya.
Adapun kata Arga, dengan berbagai perubahan yang ada, ke depan pihaknya akan terus memperbaiki keadaan dan memastikan bahwa BRI dengan seluruh komponen-komponennya tetap bisa menjawab tantangan-tangan kedepan.
"Jadi perkuatan terhadap agility dan perkuatan terhadap proses-proses composable-nya seperti apa. Itu yang telah menjadi modal kita untuk menjawab tantangan kedepan akan lebih baik lagi," imbuhnya.

