Laba BCA Melesat 25,8% Jadi Rp 36,4 Triliun di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan meraih laba bersih Rp36,4 triliun, tumbuh 25,8% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan kenaikan total kredit sebesar 12,3% YoY menjadi Rp766,1 triliun.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, kenaikan laba juga didorong oleh konsistensi Perseroan dalam menjaga kualitas pinjaman, peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Lebih lanjut dikatakan, pertumbuhan kredit BCA terjadi di semua segmen. Kredit UKM menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, yaitu naik 16,4% YoY menjadi Rp104,8 triliun.
Sementara itu, kredit korporasi tumbuh 12,2% YoY mencapai Rp343,5 triliun, dan kredit komersial naik 6,5% YoY mencapai Rp121,0 triliun. Di segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 11,5% YoY menjadi Rp117,9 triliun, dan KKB naik 22,1% YoY menjadi Rp53,5 triliun.
Baca Juga
BI Sebut Pemilu dan Kenaikan Gaji ASN Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024
Saldo outstanding kartu kredit dan pinjaman individu juga tumbuh 15,3% YoY menjadi Rp15 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 14,4% YoY menjadi Rp189,6 triliun.
Sementara terkait penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, Jahja menyebut, portofolio BCA tumbuh 11,9% YoY menjadi Rp193,2 triliun, atau berkontribusi hingga 25% terhadap total portofolio pembiayaan BCA.
“BCA berkomitmen untuk senantiasa mendukung upaya penurunan emisi karbon di Indonesia. Pada hari peluncuran Bursa Karbon Indonesia, BCA melakukan pembelian unit karbon sebanyak 71.500 ton CO2,” papar Jahja dalam keterangan tertulis, Kamis (19/10/2023)
Selain itu, BCA menyalurkan sustainability-linked loans senilai Rp319 miliar per September 2023, sebagai upaya untuk mendukung debitur dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
Lebih lanjut, BCA menyampaikan komitmen untuk mengedepankan nilai-nilai environmental, social, governance (ESG) mampu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Wisma BCA Foresta yang mewakili Indonesia pada ajang Asean Energy Awards 2023 dan berhasil memperoleh juara satu untuk kategori Energy Efficient Building.
Baca Juga
Seiring dengan pemulihan bisnis debitur, portofolio kredit yang direstrukturisasi terus mencatat perbaikan, yang tercermin dari menurunnya rasio loan at risk (LAR) ke 7,6% di sembilan bulan pertama tahun 2023, dibandingkan 11,7% di tahun sebelumnya.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 2 % di kuartal III-2023, turun dari 2,2% di tahun sebelumnya. Dikatakan, BCA senantiasa memiliki pencadangan yang memadai, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang kokoh, masing-masing sebesar 226,9% dan 66,6%.
Di sisi pendanaan, CASA tercatat naik 4,7% YoY mencapai Rp869,8 triliun per September 2023, berkontribusi hingga sekitar 80% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp1.089 triliun, sehingga mendorong total aset BCA naik 7,2% YoY menjadi Rp1.381 triliun.
Solidnya pendanaan CASA kata Jahja, sejalan dengan peningkatan aktivitas perbankan transaksi serta pertumbuhan basis nasabah secara konsisten. Pada sembilan bulan pertama tahun 2023, total volume transaksi BCA naik 26,8% YoY mencapai 22 miliar transaksi.
Baca Juga
IHSG Rawan Koreksi, Analis Rekomendasi Saham ASII, BBCA, KLBF, dan WOOD
Sementara, kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 43,4% YoY. Kemudian jumlah rekening nasabah mencapai 38,8 juta per September 2023, atau naik sebesar 17,1% YoY.
“Terkait aplikasi myBCA yang dipersiapkan menjadi aplikasi pelayanan terintegrasi masa depan, BCA telah menambahkan fitur Paylater BCA yang merupakan fasilitas kredit untuk alternatif pembayaran melalui scan QRIS. Inovasi ini menjadi bentuk komitmen kami dalam memperkuat ekosistem digital di myBCA, setelah sebelumnya kami menghadirkan beragam fitur seperti integrasi fitur wealth management (WELMA), login dengan teknologi biometrik, cardless, hingga Bayar dan Isi Ulang," urai Jahja.
Khusus untuk pengembangan fitur WELMA di myBCA, BCA meluncurkan investasi Reksa Dana mulai dari Rp10.000, investasi Obligasi FR mulai dari Rp1.000.000 dan INDON/INDOIS mulai dari US$1.000, hingga wealth insight sebagai sarana edukasi investasi.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2023, BCA membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 21,3% YoY menjadi Rp55,9 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 9,7% YoY menjadi Rp18,3 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 7,7% YoY.
Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp74,2 triliun atau naik 18,2% YoY. Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp1,6 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba bersih tumbuh 25,8% YoY menjadi Rp36,4 triliun.

