Ini Dampak Buruk FOMO dan FOPO bagi Keuangan Gen Z dan Milenial
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Direktur Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi, dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yulianta mengungkapkan, generasi milenial dan gen Z menghadapi sejumlah persoalan keuangan akibat fear of missing out (FOMO) dan fear of people’s opinion (FOPO).
FOMO berarti takut kehilangan momen atau informasi. FOMO menyebabkan seseorang merasa tertinggal dan berpikir bahwa kehidupan orang lain di media sosial (medsos) lebih menyenangkan dibanding hidupnya sendiri. Itu sebabnya, mereka berusaha mengikuti tren demi terlihat bahagia dan keren.
Adapun FOPO berarti takut terhadap pendapat orang lain atau kekhawatiran seseorang terhadap apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Orang yang mengalami FOPO merasa takut jika dinilai jelek, salah, dan gagal.
Baca Juga
Pakar Sebut Gen Z Rentan Terjerat Investasi Bodong, Ini Alasannya
Yulianta mengungkapkan, berdasarkan survei OJK, hanya 30% generasi muda yang tertarik berinvestasi. Sekitar 40% lainnya tidak tertarik melakukan investasi. “Pengeluaran terbesar mereka adalah untuk belanja,” kata Yulianta di Jakarta, Sabtu (23/3/2024).
Fenomena FOMO dan FOPO, menurut Yulianta, secara langsung maupun tidak langsung turut memengaruhi keuangan generasi milenial dan gen Z.
“Yang lebih membahayakan, 60% generasi muda meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sehari-hari,” tutur dia.
Baca Juga
Survei RedDoorz Ungkap Gen Z dan Milenial Berlibur untuk Hilangkan Stres
Dia menambahkan, sekitar 30% anak muda kesulitan mengelola keuangan. Penyebab utamanya, merekaterlambat membayar utang.
"Selain itu, ternyata gen Z adalah peminjam pinjol (pinjaman online) tertinggi, diikuti generasi milenial,” ujar Yulianta.

