Ilham Habibie Ungkap Tantangan Terbesar Indonesia Hadapi Transformasi Digital
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Wantiknas), Ilham Habibie mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dalam menuju transformasi digital adalah rendahnya literasi keuangan digital di kalangan masyarakat. Karena itu, literasi mesti ditingkatkan.
Akibat rendahnya literasi, menurut Ilham Habibie, masyarakat Indonesia banyak yang terjebak pinjaman online (pinjol) illegal dan penipuan berkedok investasi. Ini terjadi akibat kurangnya pemahaman di masyarakat perihal keuangan digital, di tengah tingginya inklusi berupa maraknya produk keuangan digital.
“Jadi, tantangan terbesarnya adalah meningkatkan literasi digital dan finansial bagi pengguna. Sangat sulit untuk mencegah fenomena semacam itu terjadi di pasar mana pun,” kata Ilham Habibie pada acara “The 10th Annual Indonesia Economic Forum 2023” di The Habibie-Ainun Library Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga
OJK: Naik ke 10,90%, Tingkat Literasi Industri P2P Lending Masih Relatif Rendah
Dalam acara yang dihadiri sejumlah menteri dan para pakar internasional itu, Ilham tidak memungkiri regulasi untuk financial technology (fintech), utamanya terkait pinjol, harus diperketat. Masalah ini sejatinya bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara lain di Asia.
“Maksud saya, kita sekarang telah melihat tantangan besar di Asia, di mana pinjaman online, khususnya, menimbulkan banyak korban. Itu bukan karena aturan regulasi, tetapi terutama akibat ketidakmampuan untuk mencegah pemberi pinjaman ilegal masuk ke pasar,” ujar dia.
Baca Juga
Ketat dan Ramah Digital
Ilham Habibie menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, India menjadi salah satu negara paling maju di bidanginovasi keuangan digital, termasuk fintech. Itu terjadi karena kebijakan regulator yang ketat, namun tetap ramah digital (digital friendly).
“Dalam hal itu, setiap kali ada sesuatu yang baru yang akan datang, akan diberikan ruang terlebih dahulu dalam apa yang disebut regulasi sandbox, yaitu mekanisme pengujian yang dilakukan regulator untuk menilai keandalan proses bisnis, model bisnis, instrumen keuangan, serta tata kelolanya,” papar dia.
Baca Juga
Ilham Habibie: Keberlanjutan Adalah Kunci Mewujudkan Indonesia Maju 2045
Ilham menambahkan, melalui regulasi sandbox yang ketat namun tetap memberikan peluang bagi inovasi dan ramah digital, risiko setiap produk keuangan digital dapat diminimalisasi. Dengan demikian, produk-produk keuangan digital tidak memberikan peluang bagi timbulnya kerugian, khususnya bagi konsumen.
Sebaliknya, kata Ilham, instrumen dan produk-produk keuangan digital tersebut memberikan manfaat dannilai tambah yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam memberikan akses kepada produk-produk keuangan.
“Dengan begitu pula, produk-produk keuangan digital ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama yang sebelumnya tidak tersentuh oleh akses lembaga-lembaga keuangan formal,” ucap Ilham Habibie. (CR-8)

