Harga Rumah Naik 12% Pasca Pandemi, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Harga rata-rata rumah mengalami kenaikan pesat secara nasional usai pandemi Covid-19. Kenaikan terbesar terjadi pada rumah tipe 70 sebesar 12%, diikuti rumah tipe 36 sebesar 8,4% per kuartal III-2023.
Data Housing Finance Center (HFC), lembaga riset milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyebut, kenaikan harga rumah tip 70, dengan range harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar, membuat indeks harga rumah (House Price Index/HPI) selama periode Januari – September 2023, mencapai 211,9.
Angka tadi menunjukan pertumbuhan tertinggi setelah pandemi sebesar 8,7% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan kenaikan harga rumah menjadi refleksi peningkatan permintaan rumah di masyarakat.
Baca Juga
“Kami menilai kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun sejalan dengan insentif PPN DPT dari Pemerintah untuk rumah di bawah Rp 2 miliar. Ini tentu menjadi momentum pertumbuhan positif bagi Bank BTN,” jelas Hirwandi di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Lebih lanjut, riset HFC BTN juga menyebutkan kenaikan harga rumah tersebut juga disumbang oleh rumah ukuran kecil atau tipe 36 dengan harga di bawah Rp 350 juta. HFC mencatat harga rumah tipe 36 tumbuh 8,4% yoy.
Sementara itu, berdasarkan data Bank BTN, komposisi penyaluran KPR untuk harga di bawah Rp 2 miliar paling banyak di Provinsi Jawa Barat atau sekitar 44%. Kemudian, penyaluran KPR terbanyak disusul Provinsi Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.
Baca Juga
Emas Batangan Antam Naik Rp 8.000, Jadi Rp 1,097 Juta per Gram
Untuk luar Pulau Jawa, pada pulau Sumatera, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Utara menduduki posisi tertinggi untuk penyaluran KPR di Bank BTN. “Untuk provinsi dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di luar Pulau Jawa yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur,” rinci Hirwandi.
Hirwandi menambahkan, selama delapan bulan pertama tahun ini, Bank BTN juga telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik Subsidi maupun Non-Subsidi sebesar Rp 27,5 Triliun atau tumbuh 17,9% yoy. Kenaikan tersebut tercatat masih berada di atas rata-rata industri.
Berdasarkan data Bank Indonesia, KPR secara nasional tumbuh 12,3% yoy di September 2023, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya atau per Juni 2023 sebesar 10.6% yoy.
Adapun, Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli untuk Bank BTN dengan target price Rp 1.800.
Kresna memproyeksikan laba bersih BBTN di tahun 2023 dapat menyentuh Rp 3,37 triliun atau tumbuh 10,7% dari periode tahun sebelumnya. Dengan asumsi tersebut, ROAE diperkirakan dapat mencapai 12% di tahun ini.

