Keren! Fintech P2P Lending Syariah Indonesia Tempati Posisi Ke-3 Dunia
JAKARTA, investortrust.id - PT Alami Fintek Sharia mengatakan industri financial technology peer to peer (fintech P2P) lending syariah di Indonesia menempati posisi ketiga di dunia.
Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Alami Fintek Sharia, Harza Sandityo dalam acara Seminar Investortrust UMKM Connect yang bertajuk "Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024).
"Indonesia sendiri untuk fintech syariah sebetulnya memiliki posisi yang baik di mata dunia, yaitu peringkat ketiga. Jadi, dibandingkan dengan negara-negara lain kita memiliki cukup banyak fintech, khususnya fintech syariah," ujar Harza.
Lebih lanjut, Harza menyebut, aset fintech P2P lending syariah Indonesia masih terus menunjukan pertumbuhan, yang mencapai Rp 140 miliar dan tumbuh 100% year on year (yoy).
Baca Juga
Market Share Syariah Masih Rendah, PT Alami Fintek Sharia Ungkap Solusinya
"Walaupun secara signifikansi Indonesia belum terlalu baik," katanya.
Kemudian, jumlah pengguna fintech P2P lending baik konvensional maupun syariah, jika dijumlahkan mencapai 100,8 juta pengguna dalam kurun waktu 6-7 tahun.
"Ini adalah hipotesa kami, berarti memang funding gap masih sangat-sangat besar. Selama ini peer to peer lending secara umum dikhawatirkan bersaing dengan bank atau lembaga jasa keuangan lainnya yang sudah ada. Tapi, kami sangat meyakini bahwa P2P lending justru menambah alternatif pembiayaan, pendanaan bagi masyarakat di Indonesia.
Adapun kata Harza, porsi keberadaan P2P lending syariah di pasar saat ini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan P2P lending secara keseluruhan. Di mana, kontribusi P2P lending syariah mencapai 33% terhadap pangsa pasar P2P lending keseluruhan.
Sekedar informasi, per Agustus 2023 fintech P2P lending membukukan outstanding pembiayaan Rp 53,12 triliun, tumbuh 12,46% yoy. Secara rinci, dari total outsatanding tersebut, sebesar 37% disalurkan ke sektor pembiayaan produktif (UMKM).

